Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Jombang

oleh -

JOMBANG – Dua pengedar barang haram jenis sabu-sabu diringkus anggota kepolisian sektor (Polsek) Diwek, Jombang, Selasa (15/01/2019).

Kedua tersangka yakni, Bambang Tri Susilo (27), warga Dusun Doro, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, Kabupaten Jombang, dan Andri Dwi Cahyono (31), asal Dusun/Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Penangkapan bermula saat petugas mendapatkan laporan di wilayah Diwek, sering digunakan transaksi jual beli narkotika. Usai dilakukan pengintaian, akhirnya petugas dari Unit Reskrim Polsek Diwek, berhasil menangkap satu pengedar barang haram tersebut.

Tersangka Bambang Tri Susilo, ditangkap di Desa Diwek, sekira pukul 10:30 WIB. Dari tangan tersangka, petugas menyita satu klip plastik berisi sabu seberat 0.49 gram, beserta buku catatan dan uang hasil penjualan sebanyak Rp600 ribu.

Kapolsek Diwek, AKP. Bambang Setyo Budi memaparkan, anggotanya berhasil menangkap pengedar sabu di Desa Diwek. Selanjutnya dilakukan pengembangan yang akhirnya berhasil menangkap satu tersangka lainnya, namun di wilayah yang berbeda.

“Anggota kami berhasil menangkap satu tersangka pengedar sabu di wilayah Desa Diwek, dari tangan tersangka berhasil kita dapat barang bukti sabu seberat 0.49 gram. Kemudian kita lakukan pengembangan yang akhirnya berhasil menangkap satu lagi tersangka pengedar,” ucapnya.

Usai dapat, lanjut Bambang, informasi dari tersangka yang pertama kita tangkap sebelumnya, ia lantas menerjunkan anggotanya guna segera menangkap tersangka yang lainnya. Tak butuh waktu lama, tersangka Andri Dwi Cahyono, berhasil di ringkus di desanya.

“Dari pengembangan tersangka sebelumnya, selang satu jam setengah kita bisa meringkus Andri di Desanya. Dari tangan Andri kita mendapatkan barang bukti satu klip sabu seberat 0.27 gram, dan 3 klip sabu dengan berat kotor 0.34 gram, beserta uang tunai hasil penjualan 300 ribu rupiah,” paparnya.

Kedua tersangka selanjutnya dibawa ke Polsek Diwek, guna dilakukan proses penyidikan serta pengembangan. Atas perbuatannya, keduanya diduga melanggar tindak pidana mengedarkan, menjual belikan atau menjadi perantara dalam jual beli atau menguasai narkotika golongan l bukan dalam bentuk tanaman atau sabu sabu, sebagaimana yang tertuang dalam pasal 114 (1) jo pasal : 112 (1) UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun pidana penjara.

Editor: Ahmad Saefullah