Polisi Ciduk Aktivis Pengancam Bunuh Bupati Sumenep

oleh -

Sumenep – Kepolisian Sumenep, Jawa Timur, meringkus salah satu aktivis kepemudaan. Dia adalah Achmadi, warga Desa Montorna, Pasongsongan, Sumenep. Sebelumnya, Achmadi sempat melaporkan dugaan-dugaan di desanya.

Achmadi ditangkap polisi di wilayah Kecamatan Ganding lantaran melakukan ancaman pembunuhan terhadap Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim melalui akun media sosial Facebook miliknya.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, penangkapan pelaku berawal saat anggota Pidum mendapatkan informasi bahwa pelaku yang diduga telah melakukan pengancaman pembunuhan kepada Bupati Sumenep lewat komentar di akun Facebook miliknya berada di wilayah Kecamatan Ganding.

“Setelah mengetahui keberadaan pelaku, anggota unit Pidum dan Resmob melakukan penangkapan terhadap pelaku,” katanya.

Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui telah melakukan ancaman kepada Bupati Sumenep lewat komentar di akun Facebook miliknya pada hari Rabu tgl 28 Agustus 2019.

“Petugas mengamankan barang bukti berupa 2 hasil cetak komentar facebook. 1 buah hp merk Samsung J1 Ace warna hitam, akun Facebook Achmadi Achmadi dengan email [email protected], aatu SIM card hp nomer 087xxx,” jelasnya.

Sebelumnya, Achmadi melakukan ancaman pembunuhan terhadap Bupati Sumenep, A Busyro Karim melalui akun media sosial Facebook miliknya.

Peristiwa ini bermula saat salah satu pengguna Facebook memposting link berita media online di group Sumenep Baru yang berisi pemberitaan tentang bentrok warga Desa Aengbaja Kenek, Bluto, Sumenep di Sekretariat Pilkades setempat karena menolak calon kepala desa (cakades) dari luar desa.

Tiba-tiba Achmadi melalui akun Facebook Achmadi Achmadi ikut memposting komentar yang pada pokoknya menganggap bahwa bentrok antar warga yang terjadi akibat dari sikap sewenang-wenang Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim.

“Ini akibat sewenang-wenangnya Busro, jika sampai jatuh korban, mari kita sama2 kepung Busro bunuh secara sadias agar juga dapat merasakan penderitaan warga akibat dari perbuatannya itu, bupati yang tidak pernah berpikir hanya tentang warganya yang tahu hanya ingin mempertebal kantongnya sendiri,” tulis akun Facebook Achmadi Achmadi.

Bahkan Achmadi sudah secara tertulis meminta maaf kepada Bupati Sumenep atas ulahnya tersebut.(Noe)