Polda Jatim Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Operasional Desa di Sidoarjo

oleh -

SIDOARJO– Kepolisan Daerah (Polda) Jatim mulai melakukan penyelidikkan pengadaan Mobil Oprasional Desa Tahun Anggaran 2017. Hal ini diketahui dari surat pemanggilan salah satu Kepala Desa di Kecamatan Waru, Sidoarjo. Kabarjatim sempat memperoleh surat dengan nomor Nomor : B/349/III/RES.3.3./2019/Ditreskrimsus.

Menurut salah satu sumber Kades yang enggan disebutkan namanya  mengatakan, pihaknya sekarang bingung dan khawatir dengan adanya proses penyidikan yang dilakukan oleh Polda Jatim.

“Terus terang saya khawatir mas dengan kasus ini, meskipun saya tidak ikut dipanggil, hari Kamis (14/3/2019) kemarin, Kades wedoro dan Bungurasih Kec. Waru sudah dipanggil penyidik Polda,” katanya saat diwawancarai¬†kabarjatim.com, Selasa (19/3/2019).

Ia menambahkan, padahal dalam proses pengadaan mobil operasional desa kami sudah didampingi oleh Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) kejaksaan Negri (Kejari) Kabupaten Sidoarjo.

“Dulu katanya aman karena sudah didampingi TP4D. Tapi sekarang Polda kok mengusut??, tau gitu dulu saya tidak mau menerimanya mas,” ujarnya dengan nada heran.

Terpisah, Kepala Bidang Pemerintahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencaa Kabupaten Sidoarjo Probo Agus Sunarno saat dihubungi melalui WhatsApp mengatakan harus kooperatif dan mentaati proses hukum.

“intinya kita harus mentaati proses hukum,” katanya dengan singkat.

Perlu diketahui, dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2016. Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo menganggarkan Mobil Operasional disemua Desa yang ada di Sidoarjo, namun sempat ditolak oleh Gubernur Jawa Timur. Akan tetapi di P-APBD Tahun 2017 Pemda menganggarkan kembali dan disetujui oleh Gubernur Dengan total Anggaran 69 Milyar, masing-masing desa mendapat alokasi 202 juta untuk kemudian dibelanjakan mobil merek Suzuki APV dengan harga sekitar 194 juta. Dan sisanya ditransfer lagi ke rekening Pemda.

Editor : Nurul Arifin