Polda Jatim Belum Serahkan SPDP 14 Terduga Teroris ke Kejaksaan

oleh -

SURABAYA– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim belum menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) 14 terduga teroris yang ditangkap sejak Mei 2018 lalu. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan sejumlah terduga teroris.

“Kasus teroris berbeda dengan kasus pidana umum, pada penanganan kasus ini penyidik membutuhkan waktu yang panjang dalam penyidikannya. Bisa dimaklumi mengapa hingga saati ini SPDP belum dikirimkan penyidik ke jaksa,” kata Ubaidillah, Kasi Tindak Pidana Teroris dan Lintas Negara, Kejati Jatim, Minggu (15/7/2018).

Namun sudah ada kordinasi secara lisan antara kita dengan penyidik Polda Jatim terkait rencana pengiriman SPDP kasus ini. Namun kapan dilakukan pengiriman SPDP belum tahu.

Ubaidillah pun mengaku belum mengetahui secara pasti kendala penyidik dalam pengiriman ke empat belas SPDP kasus ini. “Soal ada penambahan terkait kasus teroris yang terjadi di Bangil kita juga belum tahu,” tambah mantan Kasipidum Kejari Malang ini.

Terpisah, Kabid Humas Polda JatimKombespol Frans Barung Mangera membenarkan ada 14 tersangka terduga teroris. “Benar ada 14 tersangka. Semuanya terkait dugaan tindak pidana yang terjadi di Jawa Timur tersebut sedang kita tangani,” ujar Barung kepada wartawan.

Ditanya terkait belum dikirimkannya keempat belas SPDP kasus ini ke jaksa, Barung enggan merinci lebih detail. “Kasus ini masih penyidikan dan nantinya polisi siap mengamankan dimanapun kasus ini disidangkan,” singkatnya.

14 terduga teroris yang ditangani oleh Polda Jatim ini merupakan kasus teroris sejak bulan Mei 2018. Salah satunya adalah jaringan pengeboman tiga gereja di Surabaya pada 13-14 Mei 2018. Tiga tempat diantaranya Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Ngagel, GKI Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS). Selanjutnya, ledakan juga terjadi di Kompleks Rusun Wonocolo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo dan Markas Polrestabes Surabaya. Dalam insiden tersebut tercata 28 orang tewas termasuk pelaku dan 57 luka-luka. @VIN