PKB Sidoarjo Daftarkan Tiga Kader ‘Pindahan’ Sebagai Bacaleg

oleh -
Sekretaris DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasikh (Hadi/Kabarjatim)
Sekretaris DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasikh (Hadi/Kabarjatim)

SIDOARJO-Partai Kebangkitan Bangsa menerima tiga dari empat kader partai lain untuk menjadi Bacaleg 2019. Mereka dinyatakan lolos dalam seleksi yang dilakukan partai untuk menjadi Bacaleg dari Partai Kebangkitan Bangsa.

“Ada empat kader partai lain, yang tiga lolos seleksi dan sudah didaftarkan sebagai Bacaleg dari Partai PKB, sedangkan yang satunya tidak lolos dalam seleksi. Sehingga tidak bisa kita daftarkan sebagai Bacaleg dari PKB,” ujar Sekretaris DPC PKB, Abdillah Nasikh, Jumat (20/7/2018).

Lebih lanjut ia menerangkan, pada proses nya banyak tahapan-tahapan yang dilakukan partai untuk menyeleksi kader partai sebagai Bacaleg 2019.
Penyeleksian itu dilakukan secara profesional, karena akan berpengaruh pada elektabilitas partai kedepan.

“Sebenarnya, ada sekitar 65 an Bacaleg yang akan kita daftarkan ke KPU. Tapi kita menghormati aturan yang berlaku di KPU atas pendaftaran calon yang hanya dibatasi 50 bacaleg. Jumlah Bacaleg yang kita daftarkan ini sudah sesuai dengan langkah-langkah partai dalam menentukan kadernya untuk maju dalam legislatif,” terangnya.

Dari 50 Bacaleg yang ada, tiga diantaranya berasal dari kader partai lain dan memilih PKB sebagai motor penggerak untuk maju sebagai legislatif.

Mereka diantaranya, H. Supandi asal Kader PDI Perjuangan (Dapil 1), Sri Widarningsih asal Nasdem (Dapil 2), dan Setyowati asal Gerindra (dapil 4). Sedangkan yang tidak lolos yakni H. Basor asal Gerindra (Dapil 5).

Lantas, apa yang membuat PKB menerima sederetan nama kader partai untuk masuk dan menjadi Bacaleg dari partai PKB?.

Menurutnya, partai PKB merupakan partai terbuka bagi semua golongan yang tidak hanya NU sebagai basis dari Partai PKB. “Kalau alasan dia keluar dari partainya, kita enggak tahu. Yang jelas PKB ini terbuka bagi siapa saja, tidak hanya NU. Dan mekanisme rekrutmentnya ada tiga yang harus diakomodir. Pertama kader PKB, NU, dan Professional. Nah, mereka ini kita anggap sebagai profesional,” tambahnya.

Yang terpenting adalah bagaimana proses seleksi terhadap mereka untuk menjadi Bacaleg dari PKB. Dalam pendaftaran Bacaleg sebelumnya, partai PKB sudah menentukan variabel tingkat kelolosan mulai dari fit and propertest hingga tahapan lainnya.

“Kita juga konsekwensi dari aturan main kita, dari Kader PKB 50 persen, kader NU 25 persen dan Profesional 25 persen. Jadi tahapannya cukup panjang dalam memproses menjadi Bacaleg dari partai PKB,” tegasnya.

Disamping itu, lanjutnya, ada beberapa alasan mereka keluar dari partai sebelumnya dan lebih memilih PKB. Diantaranya, memiliki kedekatan dengan Nahdilyin, kedekatan emosional, dan bahkan bisa jadi mereka menganggap PKB merupakan peluang besar, lantaran PKB merupakan partai pemegang kursi terbanyak di Sidoarjo.

“Ada 13 kursi sebelumnya, target kita minimal satu kecamatan satu caleg yang jadi. Total ada 18 (minimal),” tandasnya. @VIN