Petani Jombang keluhkan Beras BPNT Masih Terlalu Mahal

oleh -

JOMBANG – Para buruh tani yang ada di Kecamatan Peterongan, Jombang Jawa Timur menyampaikan keluhan Kepada Direktur Utama Perum Bulog, Komisaris Jenderal Pol (Purn) Budi Waseso saat melakukan kunjungan kerja di Wilayah setempat. Keluhan tersebut yakni para buruh tani merasa bahwa harga beras bantuan pangan non tunai masih dirasa terlalu mahal dan berharap agar mendapatkan beras yang murah dengan kualitas yang baik.

“Mereka (buruh tani, red) sempat mengeluhkan harga beras bpnt dengan 10000 per kilo dinilai masih terlalu berat bagi para buruh tani,”Ujarnya Disela acara kunjungan kerja di Kecamatan Peterongan Jombang, Kamis (8/8/2019).

Alasan tersebut menurut Budi Waseso sangat masuk akal karena sebagai buruh tani upah yang didapat sangat minim belum lagi untuk dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari. Untuk itu jika dipercayakan program bpnt 100% di pegang oleh Bulog maka pihaknya menjamin para petani akan mendapatkan kualitas beras medium dengan harga yang murah.”Di Bulog dengan beras kualitas medium, para petani cukup membayar 86000 per 10 kilonya,”Imbuhnya.

Selain itu keluhan dari para petani juga menjadi masukan yang sangat berarti bagi bulog guna memangkas biaya produksi serta memotong alur distribusi dari petani ke bulog. “Nantinya jika program tersebut disetujui maka penerima bpnt di satu daerah akan mendapatkan beras dari daerah setempat dari gudang gapoktan yang ada,”Tandasnya.

Mekanisme tersebut akan memotong alur distribusi yang sebelumnya dari petani akan disetorkan ke gudang Bulog kemudian baru distribusikan kepada agen agen penyalur bpnt.

Dengan memanfaatkan gudang-gudang dari gapoktan wilayah setempat maka proses distribusi dapat dipersingkat dengan biaya yang lebih murah,”Pungkasnya.