Peserta Kongres PDIP di Bali Salat Gaib untuk Doakan Mbah Moen

oleh -

DENPASAR – Peserta Kongres V PDI Perjuangan ikut melaksanakan salat gaib untuk mendoakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), yang telah berpulang pada Selasa lalu (6/8/2019) di Makkah, Arab Saudi.

Salat gaib dilaksanakan di masjid yang terletak kompleks hotel yang menjadi tempat pelaksanaan kongres. Hal itu tampak diunggah di akun Instagram milik Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Sholat gaib untuk Mustasyar Nahdlatul Ulama, almagfurlah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen); seusai sholat Jumat, bersama para peserta Kongres V PDI Perjuangan dan warga muslim di sekitar lokasi Kongres. Mendoakan Mbah Moen agar mendapat tempat termulia di sisi Allah SWT, dan kita semua bisa mengikuti wasiat beliau agar menjaga Indonesia sebagai rumah besar untuk semua warga, hidup dengan damai dalam perbedaan,” demikian tulis Azwar Anas di akun Instagram-nya, @azwaranas.a3.

Tampak ratusan kader PDIP berbaju seragam merah menjalankan salat gaib, yaitu ibadah menyalatkan jenazah yang tidak berada di hadapannya atau berada di tempat jauh. Hukum melaksanakan salat gaib adalah sunah, meskipun waktunya sudah lewat. 

Pada pembukaan Kongres, Kamis (9/8/2019), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga menyampaikan bela sungkawa sekaligus memberi doa kepada Mbah Moen yang disebut Mega sebagai seorang ulama kharismatik.

“Sebelum menyampaikan pidato politik, izinkan saya sampaikan bela sungkawa mendalam atas wafatnya ulama sederhana yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk mensiarkan Islam sebagai rahmat semesta alam. Islam yang mengalun indah dalam harmoni keberagaman Indonesia. Selamat jalan Mbah Moen, Kiai Haji Maimoen Zubair, doa kami menghantar ke haribaan-Nya,” ujar Mega sambil berusaha menahan tangis.