Permudah Layanan Masyarakat, Mahfud Arifin Janji Ngantor di Kelurahan

oleh -

SURABAYA: Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomer urut dua, Machfud Arifin dan Mujiaman tampil lugas dalam debat publik kedua Pilkada Surabaya 2020. Keduanya tampak lebih enjoy daripada debat publik perdana beberap waktu lalu.

Ada banyak gagasan menarik disampaikan pasangan berjuluk MAJU ini di debat kedua. Salah satu yang paling banyak mengundang reaksi positif, adalah gagasan Machfud Arifin untuk berkantor di seluruh kelurahan di Surabaya secara bergiliran. Terutama di daerah yang jauh dari pusat kota serta daerah padat penduduk.

Gagasan itu bukan sekedar pencitraan. Tapi Machfud Arifin melihat selama ini masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan berbagai akses pelayanan. Bahkan, yang paling baru dan viral adalah kasus Ibu Yaidah, yang mengurus akta kematian anaknya hingga Kemendagri di Jakarta.

“Surabaya menjadi pembicaraan hampir seluruh masyarakat Indonesia karena Bu Yaidah harus mendatangi Kemendagri di Jakarta untuk mengadu kesulitan mengurus akta kematian anaknya,” kata Machfud. 

Tak hanya itu, Mahfud juga menerima pengaduan satu keluarga miskin di Kejawan Lor yang lebih dari 30 tahun belum pernah menerima bantuan. “Saya tidak ingin yang seperti ini terjadi lagi. Tidak boleh lagi ada pelayanan publik yang diskriminatif dan berbelit. Oleh karena itu, kami akan memastikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dengan berkantor di 154 kelurahan secara berkala,” ujarnya.

Menurut Machfud, pelayanan masyarakat yang baik akan berdampak pada kesejahteraan dan kemakmuran warga. Pelayanan yang baik ke masyarakat bisa dilakukan jika ASN, termasuk Tenaga Outsourcing, bisa sejahtera dan bahagia. 

Oleh karena itu, Machfud Arifin ingin ASN bisa bahagia dengan memiliki waktu lebih bersama keluarga dan terjaga kesehatannya. “Untuk membuat ASN sejahtera, saya akan meningkatkan tunjangan mereka. Sebab itu semua bisa bermuara pada pelayanan yang semakin baik untuk warga kota,” katanya.

Cawawali Surabaya, Mujiaman, menambahkan jika mendapat amanah memimpin Surabaya, ia berjanji akan menciptakan suasana kerja yang kondusif. Mereka ingin membuat ASN berkembang dari sisi kapasitas maupun karir, dan ASN mampu melahirkan ide dan inovasi, tanpa dihantui rasa takut.

Yang tak kalah menarik, sebagai mantan Kadiv IT Mabes Polri, Machfud juga punya gagasan terkait penerapan teknologi di Surabaya. Machfud risau selama ini Surabaya tak punya big data yang baik. “Kami akan membangun data center dan pengolahan big data yang terintegrasi,” ujarnya.

Dengan memiliki big data yang terintegrasi, pelayanan warga juga otomatis bisa tepat sasaran. Termasuk penyaluran bantuan-bantuan. “Kami akan memberikan BLT 1 juta per KK. Semua itu bisa dilakukan dan tetap sasaran kalau ada data center dan pengolahan big data yang terintegrasi,” ujarnya.

Machfud juga memastikan akan membuka 100 ribu lapangan kerja baru. Selain itu, pasangan yang didukung delapan partai ini memastikan pemberian stimulus UMKM Rp50 miliar. “Kami juga akan memastikan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berbasis RT sebesar Rp150 juta,” kata Mujiaman. NOE