Perkawis Tunggal Rogo Mandiri, Komitmen Selamatkan Kawasan Wilis

oleh -

NGANJUK: Aktivis lingkungan Pelestari Kawasan Wilis melakukan aksi konservasi penanaman pohon aren, bambu dan ringin di hutan konservasi lereng Wilis atau tepatnya di area wisata Roro Kuning di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kerrihatinan kondisi Kawasan Wilis yang semakin kritis dan krisis akan ketersediaan air tumbuhan dan satwa.

 ‘Inilah salahsatu komitmen kami untuk menyelamatkan wilis dari berbagai acaman kerusakan lingkungan,” ucap Tofan Ardi di Pendopo Pawinihan Karangsono Nganjuk, Minggu 2 Februari 2020.

Senada disampaikan Herson dari Yayasan Gayatri Tulungagung, diakuinya, selama ini pihaknya telah melakukan penanaman bambu secara swadaya, hal ini bertujuan sebagai upaya menyelamatkan sumber air serta merawat cagar budaya. Sebab selama ini masalah deforestasi di wilis banyak melibatkan masyarakat dengan dalih ekonomi. 

“Hal ini tidak lepas dari regulasi pengelolaan hutan di Indonesia yang masih rancu,” serunya.

Bahkan menurut catatan Prodem Kediri Raya, Abimanyu kondisi lereng wilis di wilayah Kediri sudah cukup mengkhawatirkan,  Prodem mencatat terdapat 57 Desa di kediri yang masuk dalam selingkar Wilis. Sejumlah sumber mata air sudah tidak lagi mengeluarkan air.

“Hal ini sebagai dampak dari deforestasi hutan di gunung wilis sisi timur,” ujar Abimanyu.

Dan demi ‘hajatan’ menyelamatkan kawasan wilis dari berbagai acaman kerusakan lingkungan, aktivis Perkawis dari lintas kabupaten Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Kediri) ini  juga menggandeng Perhutani dan LMDH setempat serta berbagai elemen masyarakat, diantaranya Prodem Kediri Raya, Pendaki Sialan Nganjuk, Suar Kediri, FKH Kediri, TGO  Trenggalek, Yayasan Gayatri Tulungagung dan Yayasan Putra Nusantara Surabaya serta Pawinihan Karangsono Nganjuk.(Noe)