Perempuan, Polwan dan Covid-19

oleh -

Oleh: KBP. Dr. Rosmita Rustam S.E, M.E

Polwan bisa memanfaatkan sisi kepemimpinannya sebagai perempuan untuk ikut mengatasi Covid-19. Sisi kepemimpinan ini bisa diterapkan di keluarganya sendiri, lingkungan terdekat, lingkungan kerja, dan juga ikut berperan aktif menegakkan kebijakan terkait Covid-19 yang diselenggarakan pemerintah.

Sejak awal tahun 2020 dunia disibukkan oleh kehadiran virus Corona jenis baru yang menyebabkan timbulnya penyakit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Angka 2019 pada nama penyakit itu menunjukkan virus yang jadi penyebabnya mulai menginfeksi manusia sejak akhir tahun 2019. Itu pun masih di negara asalnya, yaitu Wuhan, China.

Pada bulan Desember 2019 China mengumumkan ada penyakit flu aneh yang belum diketahui virus penyebabnya.Tanda-tandanya, penderita mengalami demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas. Waktu itu diperkirakan sumber virusnya berasal dari pasar ikan laut dan binatang langka (untuk konsumsi) di Wuhan. Pada 1 Januari 2020 China menutup pasar tersebut.

Pada 3 Januari 2020, China melaporkan jumlah penderita Covid-19 sebanyak 44 orang. Lalu pada 11 Januari 2020 seorang penderita meninggal dunia. Pada 13 Januari 2020, Thailand melaporkan seorang perempuan berusia 61 warga negara China asal Wuhan yang mengunjungi negaranya terindikasi terinfeksi virus Corona. Thailand menjadi negara pertama di luar China yangmelaporkan penderita Covid-19 (imported case). Disusul kemudian Jepang pada 16 Januari 2020. Sejak saat itu Covid-19 menginfeksi dunia. Sedangkan WHO mulai menamai penyakit itu sebagai Covid-19 pada 11 Februari 2020.

Covid-19 di Indonesia
Hingga 30 April 2020 jumlah penderita terkonfirmasi Covid-19 di seluruh dunia mencapai 3,090.445orang dengan 217.769di antaranya meninggal. Ini berarti tingkat kematiannya (death rate) saat itu sebesar 7,0%. Sedangkan di Indonesia pada waktu yang sama jumlah penderitanya mencapai sebanyak 10.118 orang dan kasus yang meninggal sebanyak 792 orang yang berarti death rate-nya sebesar 7,8%. Tingkat kematian di Indonesia terus menurun seiring jumlah kematian yang pertambahannya makin sedikit namun penambahan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 masih bertambah banyak. Pada 27 April 2020 death rate di Indonesia masih 8,37%, namun dalam tiga hari sudah menurun drastis.

ARTIKEL SELENGKAPNYA…