Pengoplos Beras di Sumenep Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

oleh -
Foto: Tersangka pengoplos beras sekaligus pemilik Gudang UD. Yudatama Art di Kabupaten Sumenep, memakai baju tahanan warna orange.
Foto: Tersangka pengoplos beras sekaligus pemilik Gudang UD. Yudatama Art di Kabupaten Sumenep, memakai baju tahanan warna orange.

SUMENEP- Pelaku pengoplos beras bermerk Bulog dengan beras tanpa merk alias beras petani di Sumenep, Jawa Timur, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Sumenep Ajun Komisaris Besar Polisi Dedy Supriadi menjelaskan, tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni telah melanggar pasal 62 Undang-undang Nomor 8 Tentang Perlindungan Konsumen.

Selain itu juga melanggar pasal 139 Undang-undang nomor 18 tentang pangan. Lalu pasal 109 Undang-undang nomor 7 tentang pangan.

“Tersangka kami jerat dengan pasal berlapis, dengan ancaman 5 tahun penjara,” jelas Kapolres Sumenep, Jumat 20 Maret 2020.

Modus yang dipakai tersangka guna mengambil untung dari beras oplosan tersebut yakni dengan melakukan pembelian beras ke Bulog Sidoarjo. Kemudian dilakukan pencampuran beras dengan beras hasil petani.

Tak habis disitu, guna mengelabuhi para konsumen, tersangka juga melakukan penyemprotan bahan pengharum pandan dengan alat semprot seadanya.

“Semua itu dilakukan tersangka guna pemenuhan pangan masyarakat di Kabupaten Sumenep. Termasuk menyalurkan ke penerima BPNT atau Sembako melalui e-Warong,” jelasnya.

Deddy menyebut, tersangka mengumpulkan pundi-pundi uang haram itu sejak tahun 2018 silam. Tersangka tanpa rasa sadar terus menerus melakukan pekerjaan dengan mengoplos beras.

“Jadi tersangka berinisial L ini telah mengerjakan pekerjaannya sejak tahun 2018 lalu. Baru terungkap saat ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Polres Sumenep, Jawa Timur, beberapa waktu lalu melakukan penggerebekan terhadap gudang pengoplos beras tani dengan beras bulog, di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.

Hasil dari penggerebekan itu, gudang usaha UD. Yudatama Art tersebut diketahui mengoplos beras tani dengan beras bulog, dicampur dengan bahan campuran, yakni bahan berbau pandan.

Polisi juga sempat melakukan konferensi pers terkait penggerebekan itu. Bahkan, sejumlah media ikut diajak ke lokasi gudang tempat pengoplosan tersebut.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya kecurangan pelaku usaha, yakni beras yang berkualitas jelek kemudian dicampurkan dengan cairan pandan. Sehinga beras tersebut terkesan harum dan meyakinkan konsumen. Hasil racikan beras oplosan itu juga, nantinya bisa diklaim sebagai beras premium.

VIN