Pemuda Blitar Beradu Gagasan Praktik Pancasila

oleh -

BLITAR – Pada acara Sosialisasi 4 Pilar MPR di Blitar pada Selasa (4/11/18) kemarin, Eva Sundari anggota MPR Fraksi PDIP melempar tantangan kepada peserta untuk berlomba adu gagasan praktek Pancasila. Kepada para peserta diminta berdiskusi kelompok dan menyampaikan konsep singkat usulan program berbiaya murah.

Berbagai respon mengejutkan dan membanggakan dari peserta. Kelompok dari Kelompok Balai Perempuan misalnya, mengajukan gagasan program “ kalender pangan”. Program ini dilakukan dengan mendorong anggota komunitas menanam berbagai jenis pangan secara spesifik sesuai clusternya masing-masing untuk dapat saling melengkapi kebutuhan keluarga lainnya. Menurut mereka program ini merupakan praktek sila 3 Pancasila dengan indikator bahwa bangsa kita bisa memaksimalkan potensi dan menghargai hasil karya kita.

Sementara itu dari PMII memunculkan gagasan yaitu gerakan bank sampah. Penyelesaian masalah sampah di Kelurahan maupun Desa. Sampah unorganik diolah jadi energi sedangkan yang organik untuk pembuatan kompos. Program ini merupakan perwujudan sila 5 dengan indikator mengembangkan sikap saling tolong menolong.

Eva Sundari, dalam penjelasannya menegaskan keunggulan Pancasila sebagai sumber inspirasi dan orientasi untuk menciptakan kemajuan-kemajuan. “Sebagai ideologi nasionalis religius yang inklusif, penghayatan Pancasila bisa mengantar kita untuk mempunyai kecerdasan lengkap yaitu kognitif, emotional dan spiritual. Ini modal untuk menghadapi masa depan,” jelas Eva Sundari.

Pembicara kedua, Erma Susanti dari organisasi SAMAWI, BRAVO 5, BARAJP PROJO, arek Jatim mengingatkan pentingnya untuk membuat Pancasila sebagai living ideology (ideologi yang hidup). “Nilai-nilai Pancasila harus menjadi roh dalam kegiatan kita sehari-hari. Artinya ya praktek bukan hanya teori. Praktek harian di sekolah, tempat kerja, keluarga, kantor pelayanan publik hingga ke pemerintahan,” tantang Erma Susanti bersemangat.

Berbeda dengan anggota MPR yang lain, Eva Sundari dan Erma Susanti akan menindaklanjuti gagasan-gagasan progresif para peserta dengan cara dibimbing untuk menjadi project-project prototype yang sederhana. Harapannya, para pemuda akan menjadi millenial sejati yaitu mampu membuat project untuk perubahan sosial dengan gotong royong (kolaborasi), menggunakan IT dan bernilai sosial-ekonomi. @VIN