Pemprov Siapkan Rp20 Miliar Dana Untuk Tangani Gempa di Jatim

oleh -
Ilustrasi Gempa
Ilustrasi Gempa

SURABAYA – Pemerintah Provionsi (Pemprov) Jawa Timur siapkan anggaran Rp20 miliar untuk penanganan pasca gempa yang terjadi di sejumlah daerah di Jatim. Dana tersebut juga akan digunakan untuk keposkoan dan rehabilitasi dan rekonstruksi hunian warga terdampak gempa di Jatim.

“Jumlah dana yang dialokasikan pasca gempa di Jatim total sebesar Rp20.336.500.000. Selain untuk memulihkan rumah yang rusak pasca gempa, juga untuk kebutuhan warga terdampak gempa,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai, dikonfirmasi, Senin (15/10/2018).

Menurut Aries, uang ratusan miliar itu merupakan anggaran yang bisa dipakai untuk keperluan yang sifatnya mendesak. Uang itu akan digunakan memperbaiki rumah dengan kerusakan ringan, sedang, hingga berat di 22 kecamatan dalam empat kabupaten di Jatim, yakni Kabupaten Sumenep, Situbondo, Jember, dan Probolinggo.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Jatim, sebanyak 504 rumah rusak pasca gempa. Dari jumlah itu, sebanyak 117 rumah rusak parah, 129 rumah rusak sedang, sisanya 258 unit hanya rusak ringan. “Tapi kerusakan rumah terparah terjadi di dua kecamatan di Sumenep, yakni Gayam dan Nonggunung,” katanya.

Selain bantuan dana, lanjut Aries, Pemprov Jatim juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa sembako, selimut, air bersih, sandang, terpal. Menurutnya, tiga jenis kebutuhan ini sangat mendesak, sangat dibutuhkan oleh warga terdampak gempa di sejumlah daerah di Jatim. “Bantuan logistik ini diangkut sebanyak enam truck ke Sumenep, untuk mendukung penanganan pasca gempa,” katanya.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Situbondo, Jatim dan Bali, pukul 01.57 WIB, Kamis, 11 Oktober 2018. Gempa terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Jatim, dengan kedalaman 12 Km.

Akibat terjadinya gempa tersebut, tiga orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, ratusan rumah rusak parah bahkan roboh. Daerah terparah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Semenep, Madura. @VIN