Pemilu Serentak 2019 Dan Sosok Inisiator Dibaliknya

oleh -

SAMPANG – Pemilu serentak tahun 2019 merupakan tonggak sejarah awal dilaksanakannya pemilu dengan 5 pilihan sekaligus dalam 1 pemilihan yakni memilih DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, Presiden dan Wakil Presiden. 

Pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 merupakan pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013 yang dijukan oleh pakar komunikasi lulusan Universitas Indonesia yaitu Effendi Gazali, Ph.D., MPS ID pada tahun 2013.

Menurutnya alasan diajukannya pemilu serentak adalah pertama bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 22E ayat (1), (2) dan (6) UUD NRI 1945 mengamanatkan bahwa Pemilihan Umum diatur “dengan Undang-undang” bukan “dalam Undang-Undang”, dengan demikian makaPemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden seharusnya diatur dengan satu Undang-Undang.

Kedua bahwa Pemilihan Umum DPR, DPD dan DPRD serta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang dilaksanakan secara tidak bersamaan, oleh Pemohon dinilai berpotensi merugikan Hak Konstitusional Warga Negara, yaitu kemudahan dalam pelaksanaan pemilihan Umum dan pemborosan dana yang dikeluarkan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum.

Ketiga Pemohon berpendapat bahwa ketentuan Pasal 3 ayat (5), Pasal 9, Pasal 12 ayat (1) dan (2), Pasal 14 ayat (2) dan Pasal 112 Undang-UndangNomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden bertentangan dengan Pasal 6A ayat (2) dan Pasal 22E ayat(1) dan (2)Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan yang dimohonkan oleh Efendi Ghazali salah satunya adalah mengabulkan dilaksanakannya pemilu serentak yang memilih 5 pilihan dalam 1 pemilihan yakni DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, Presiden dan Wakil Presiden. Namun pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi dapat dilaksanakan pada pemilu tahun 2019, karena pada tahun 2013 pelaksanaan pemilu untuk tahun 2014 telah berjalan.

Menanggapi itu pengamat politik sampang Moh Fauzan mengatakan permohonan yang diajukan oleh Efendi Ghazali terkait dengan pelaksanaan pemilu DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, Presiden dan Wakil Presiden sangatlah tepat, mengingat efisiensi dalam memilih maupun dalam biaya pemilu sangat efesien.

Akan tetapi, perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan pemilu harus terus dilakukan, karena pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 masih banyak permasalahan yang harus diperbaiki. Tentunya mengenai kesiapan penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum sebagai ujung tombak suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi.

Editor.  : Rusmiyanto