Pemerintah Sarankan Pemotongan Hewan Kurban di RPH

Sumenep: Jelang Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban 1443 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyarankan masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan kurban di Rumah Pematongan Hewan (RPH).

“Ada 5 (lima) titik RPH di Kabupaten Sumenep, yakni di Kecamatan Manding, Ganding, Kota, Lenteng dan Talango,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto.

Menurut Arif, pemotongan hewan kurban di RPH sangat tepat, karena didampingi oleh petugas dan paramedis, sehingga lebih aman dan fleksibel.

“Hewan kurban yang akan dipotong itu harus benar-benar sehat. Jika pemotongan di RPH lebih terjamin kualitas hewan yang akan dijadikan kurban, di tengah virus PMK ini,” ungkapnya.

Pemotongan hewan kurban di RPH kata dia sifatnya gratis. “Silahkan masyarakat langsung ke RPH saat akan datang hewan kurban. Tidak dipungut biaya atau gratis,” terangnya.

Baca Juga  Sejumlah Mahasiswa Demo DPRD Sumenep

Belum berakhirnya virus PMK bagi hewan ternak, Arif terus mengimbau masyarakat agar bersinergi dengan Pemkab dalam mengatasi penyebarannya.

“Salah satu cara untuk mengatasi penyebarannya, di antaranya menjaga kebersihan kandang, mengurangi mobilitas hewan ternak dari dan luar daerah seperti penjualan hewan,” tulisnya.

Arif juga meminta masyarakat jika bertemu dengan hewan ternak tersebut, agar segera melaporkan ke petugas di lapangan atau call center 112 bertemu petugas sesuai wilayah masing-masing.

Berdasarkan peta sebaran kasus penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sumenep per tanggal 04 Juli 2022, hewan ternak yang sakit sebanyak 4.701 ekor, sehat 2.956 dan mati sedikitnya 8 ekor.

%d blogger menyukai ini: