Pemerintah Harus Memperbanyak Laboratorium Uji Covid-19

oleh -

Upaya Pemerintah menangani pasien covid 19 dengan mendirikan rumah sakit di beberapa wilayah sebaiknya diikuti dengan menambah jumlah laboratorium uji virus. Hal ini perlu dilakukan untuk mengimbangi terjadinya lonjakan jumlah pasien covid 19.

Kemampuan dan kecepatan uji laboratorium ini menjadi tahap yang menentukan dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Karena tindak lanjut penanganan pasien sangat ditentukan dari hasil uji laboratorium ini.

“Semakin cepat diketahui positif atau negatif seseorang yang dicurigai terjangkit virus, semakin cepat dan akurat pula tindakan medis yang akan diambil selanjutnya,” ujar anggota DPR RI Mulyanto di sela acara penyerahan bantuan masker, hand sanitizer, disinfektan dan alat penyemprot disinfektan kepada masyarakat.

Menurut Mulyanto saat ini ada beberapa laboratorium di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan universitas yang memiliki kemampuan melaksanakan tugas itu, seperti Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman dan Institute Tropical Desease (ITD) Universitas Airlangga. Namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan saat ini.

Untuk itu Mulyanto minta Pemerintah perlu segera memperbanyak laboratorium dengan standar perlengkapan seperti ini baik yang ada di lingkup BRIN maupun universitas melalui dukungan fasilitas, peralatan, pelatihan SDM dan dana riset agar lembaga-lembaga ini segera memiliki kemampuan untuk melakukan uji Covid-19.

Mengenai anggaran pengadaan laboratorium tersebut Mulyanto menyarankan agar diambil dari realokasi APBN 2020 yang sedang disusun pemerintah terkait penanganan covid-19.