Pembeli Apartemen The Frontage Somasi Pengembang Minta Pengembalian Uang

oleh -
Kuasa Hukum dari beberapa pembeli Apartemen The Frontage Dimas Yemahura
Kuasa Hukum dari beberapa pembeli Apartemen The Frontage Dimas Yemahura

SIDOARJO– Puluhan bayer (pembeli) unit apartemen asal Sidoarjo layangkan Surat somasi kepada perusahaan pengembang yakni, PT Tri Karya Graha Utama (TGU). Somasi yang dilayangkan kepada Direktur perusahaan untuk meminta uang pembelian unit apartemen senilai ratusan juta rupiah segera dikembalikan lantaran sudah bertahun-tahun unit bangunan Apartemen The Frontage yang berlokasi di jl. A Yani Surabaya hingga kini belum terwujud.

Kuasa Hukum dari beberapa pembeli Apartemen The Frontage Dimas Yemahura mengatakan, surat somasi sebagai bentuk ketegasan untuk mengambil hak-hak para kliennya (konsumen apartemen), hal ini terpaksa dilakukan lantaran beberapa kali pertemuan antara pihak pembeli dan perusahaan pengembang belum ada kejelasan.

“Surat somasi sudah saya kirim sejak tanggal hari Selasa, 04 Februari 2019 kemarin,” kata Dimas Yemahura kepada kabarjatim.com , Jumat (08/02/2019).

Dimas menjelaskan, Surat somasi kami kepada pihak PT. TGU yang beralamat di Surabaya tersebut untuk memberikan kesempatan jangka waktu pengembalian uang pembelian unit apartemen yang sudah terbayarkan ke pihak pengembang hingga Senin, 11 Fenruari 2019 mendatang.

“Selama ini, para klien kami (pembeli) sudah memberikan kesempatan kepada pihak Apartemen The Frontage atau PT. Tgue , namun apa yang dijanjikan oleh pihak pengembang kepada para klien saya (pembeli) hanya janji-janji saja yang seolah-olah itu hanya upaya untuk mengulur-ngulur waktu saja,” terang Dimas.

Dimas menambahkan, pihak PT. TGU menjanjikan bahwa pembangunan Apartemen The Frontage berlokasi di jl. A Yani Surabaya yang terletak disebelah UINSA (Universitas Negeri Sunan Ampel) Surabaya akan berhasil terbangun dan aman. Namun, lanjut Dimas, dalam fakta dilapangan pembangunan Apartemen yang per Unitnya seharga antara Rp. 500 hingga 1 Milyar tersebut, sudah sejak tahun 2014 silam tersebut hingga hari ini masih belum terwujud dan terbangun.

“Pihak pengembang memang pernah berjanji kepada para pembeli, bahwa rencana pembangunannya pasti aman, tidak ada resiko namun ternyata janji di awal saat promosi itu hingga kini perusahaan tidak bisa mewujudkan dan tidak terbangun apartemennya. Padahal saat proses pembelian, pihak pengembang itu juga terus mendesak para pembeli untuk segera melunasi pembeliannya,” tegas pria berparas rapi dan berjenggot itu.

Lebih jauh Dimas memaparkan, dari beberapa pembeli yang menguasakan urusan kepada dirinya saat ini menginginkan uang pembelian yang sudah terlunasi segera dikembalikan. Keputusan surat somasi yang akan berpotensi melangkah ke jalur hukum tersebut di Tujukan kepada direktur PT. TGU Bernama Kristianto yang sekarang digantikan oleh Setia Budhijanto itu, dengan harapan ada ketegasan terkait permintaan kliennya yang ingin uang pembelian unit apartemen dikembalikan.

“Karena direktur PT. TGU yang saat itu bernama Kristianto yang juga menerima uang pembelian, dulu pernah menjanjikan akan mengembalikan uang pembelian tersebut sepenuhnya kepada para pembeli. Permintaan kami uang kembali sepenuhnya tanpa potongan, yang itu sudah pernah dijanjikan akan dikembalikan pada bulan September tahun 2018 kemarin,” harap Dimas sebagai kuasa beberapa pembeli.

Dengan adanya surat somasi, Dimas menegaskan, karena para kliennya (pembeli) sudah merasa tidak percaya lagi kepada pihak pengembang lantaran beberapa kali pertemuan hingga perjanjian tentang pengembalian uang pembelian. Beberapa upaya sudah pernah dijanjikan oleh pihak PT. TGU untuk mengembalikan uang seperti mencari investor yang akan melunasi kepada para pembeli namun tak terlaksana.

“PT. TGU pernah mempertemukan pembeli dengan seorang yang katanya merupakan investor yang akan mengembalikan uang pembayaran. Namun yang katanya pihak PT. TGU seorang investor itu sendiri hingga kini juga tidak jelas. Kalau sampai batas waktu pada surat somasi masih belum ada kejelasan atau pengembalian uang, ya terpaksa akan melangkah ke jalur hukum. Karena itu merupakan hak-hak para pembeli untuk meminta uang kembali,” pungkasnya.

editor : Nurul Arifin