Pembangunan Jembatan Pakamban Daya Mandeg, CV Mulai Terima Sanksi

oleh -

SUMENEP – Pengerjaan jembatan yang ada di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep, hingga saat ini belum juga selesai. Proyek dengan anggaran sekitar Rp993 juta itu mandeg.

Informasinya, pekerja proyek jembatan tersebut telah menerima sanksi sejak 16 Desember 2019. Sanksi tersebut diberikan lantaran pemilik CV belum menuntaskan pekerjaan hingga batas akhir kontrak.

“Sudah diberikan sanksi, kalau pemakaian anggaran memang terakhir hari ini (31 Desember), tapi masa kontraknya per tanggal 16 desember,” kata Kepala Bidang Pembangunan, Dinas PU Bina Marga Sumenep, Hariyanto Efendi.

Menurutnya, proyek jembatan tersebut saat ini memang dibiarkan mandeg. Hanya saja, pihak dinas kata dia masih akan mengevaluasi pekerjaan tersebut. “Adapun sanksi yang diterapkan, hitung-hitungannya yakni per mil Rp1000 dari kontrak pengerjaaan yang disepakati,” jelasnya.

Saat ini, anggaran yang telah dicairkan untuk pengerjaan proyek yang nyaris mencapai 1 miliar itu yakni sudah sekitar 45 persen dari total anggaran.

Sebelumnya, masyarakat di Desa Pakamban Daya meminta agar pemerintah segera mengevaluasi pihak kontraktor pekerja jembatan. Itu karena hingga akhir 2019 jembatan penghubung desa belum juga selesai dikerjakan.

Komisi III DPRD Sumenep juga telah melakukan sidak ke lokasi. Dalam waktu dekat, pemilik CV akan dipanggil guna menanyakan sabab musabab pembangunan jembatan tersebut mandeg.

“Kami akan panggil pemilik CV itu, agar bertanggung jawab atas proyek jembatan di Desa Pakamban Daya,” kata Dulsiam, Ketua Komisi III.

Disamping itu, DPR juga akan memanggil Dinas PU Bina Marga untuk menjelaskan proyek yang digarap CV Surya Utama dengan nilai kontrak Rp 993 juta.

Dulsiam menegaskan hari jumat ini akan segera memanggil kontraktor pelasana dan dinas terkait untuk menjelaskan secara  rinci terkait molornya proyek jembatan penghubung dua desa itu. (RUS)