Pembahasan RPJMD Bondowoso, Bappeda dan OPD Terkesan Slow Respon

oleh -

BONDOWOSO – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bondowoso menuai sorotan lantaran dianggap tidak mencerminkan visi, misi dan program kerja Bupati Terpilih KH Salwa Arifin.

Jika tidak ada perubahan, maka program-program bupati terpilih tidak akan terakomodir dalam program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama lima tahun ke depan. Tak heran, beberapa bulan terakhir tarik ulur antara Bupati terpilih, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta OPD. Ada dugaan slow respon dari Bappeda serta beberapa OPD dalam pembahasan RPJMD tahun 2018 hingga 2023.

Hal tersebut disampaikan anggota tim transisi kepemerintahan dari unsur akademisi Hermanto Rohman. Dia menjelaskan bahwa OPD masih menggunakan perspektif indikatornya sendiri.

“Kalau indikator tersebut masih memakai versi lama, maka semua visi misi Bupati terpilih tidak akan sepenuhnya tercover selama lima tahun kedepan. Maka dari itu, Bupati harus bisa memanggil kembali Bappeda dan semua OPD untuk berkoordinasi ulang agar semua yang ada di RPJMD itu bisa diatur ulang sesuai kebutuhan pemerintah selama lima tahun kedepan,” terangnya pada sejumlah awak media, Rabu (12/12/2018).

Hermanto juga menjelaskan bahwa dalam RPJMD masih dibutuhkan penjelasan-penjelasan. Semisal di bidang pariwisata yang hanya fokus pada tingkat bertambahnya pengunjung.

“Kalau memang dalam rencana tersebut hanya menginginkan bertambahnya pengunjung, menurut saya itu sangat gampang, kita tinggal adakan event di setiap wisata, maka dengan begitu masyarakat akan berbondong-bondong untuk hadir. Itu merupakan rancangan yang kurang relevan, seharusnya perbaiki dulu infrastruktur pendukung wisata seperti jalan dan lain-lain, karena pengunjung akan berwisata apabila akses jalan bagus,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD H. Saiful Bahri Husnan yang juga menjabat Sekretaris DPC PPP mengungkapkan kekecewaanya terhadap Bappeda dan beberapa OPD terkait pembahasan RPJMD yang begitu lambat.

“Saya sangat kecewa, karena sampai saat ini masih banyak visi misi Bupati yang belum tertuang di RPJMD, salah satu contoh kenaikan guru ngaji dan Bosda Madin, saya menduga OPD hanya mementingkan programnya sendiri tanpa memikirkan visi misi beliau, mereka hanya berfikir bagaimana menggunakan anggaran yang begitu besar tanpa memikirkan capaian-capaian dari program tersebut,” tegas Gus Syef panggilan akrabnya.