Pelatihan Wartawan Ekonomi Bank Indonesia, Kembangkan UMKM Dan Pariwisata

oleh -

SURABAYA  Bank Indonesia perwakilan Jawa Timur mengelar pelatihan wartawan ekonomi yang diselengarakan pada 30-31 Januari 2019 di Bromo, Probolinggo Pembahasan yang diberikan Bank Indonesia Perwakilan Jatim terkait Perkembangan perekonomian Jawa Timur.

Apa saja pembahasan yang diberikan oleh Bank Indonesia diutarakan oleh beberapa nara sumber antara lain, Difi A. Johansyah Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, Harmanta, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, Azka Subhan selaku kepala perwakilan BI Malang, Dery Rossianto selaku Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim, Taufik Saleh, Kepala divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim dan Djoko Raharto, Kepala Perwakilan BI Kediri.

Difi Ahmad Johansya Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim

Di sela sela pembahasan diutarakan oleh Difi A Johansyah, Rabu (30/1/2019). Menurutnya Jawa Timur memiliki potensi besar bukan hanya di sektor pertanian dan perkebunan namun di juga sektor pariwisata.

Melihat potensi tersebut, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur ikut mendorong pariwisata jawa timur khususnya bagi wisatawan manca negara, hal ini merupakan upaya untuk mengurangi defisit.  

Meski belum maksimal namun Bank Indonesia optimis dari sektor Pariwisata akan mendukung perkembangan ekonomi. Hal tersebut bisa dilihat dari pembangunan infra struktur sebagai sarana mempermudah dalam melakukan perjalanan menuju tempat wisata.

“Jawa timur ini punya potensi besar pariwisata, seperti di daerah Banyuwangi,                         Malang, Batu dan daerah lainnya termasuk Surabaya, secara singkatnya perekonomian sektor Pariwisata akan meningkat dengan didukung infra struktur yang memadai sehingga masyarakat tidak engan untuk berkunjung ke tempat tempat wisata.” ujar Difi A Johansyah Kepala  Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Selain itu akan meningkat konektivitas perputaran perdagangan di pulau Jawa terutama Jawa timur arus berpindahan orang dan barang akan makin cepat dengan didukung infrastruktur jalan raya. “Konektivitas cepat tersebut dengan sendirinya akan meningkatkan perputaran barang dan orang, contohnya untuk perjalanan dagang maupun wisata antara Surabaya ke Solo dulunya menempuh hingga 6 jam namun sekarang bisa ditempuh hanya 2,5 jam,” tambah Difi

Selain pengembangan wisata dan perdagangan, BI Perwakilan Provinsi Jawa Timur tetap peningkatan dari sektor UMKM. Dimana dari hasil UMKM pengrajinan maupun pertanian dan perkebunan bisa di pasarkan dengan menarget para pembeli dari wisata manca negara. “Diupayakan untuk hasil yang dikelola oleh para UMKM mulai dari hasil pertanian, perkebunan dan pengrajinan, macam-macam kuliner, batik maupun souvenir khas jawa timur bisa menjadi oleh-oleh bagi para wisata manca negara,” tutup Difi

Beberapa tempat yang secara besar harus ditingkatkan dari segi ekonomi perkebunan dan pertanian serta wisata adalah Kabupaten Jember. Salah satu wisata di Jember bernama desa Kemiren berpotensi dari sisi perkebunan kopi.

Selain peningkatan dari kwalitas kopi agar bisa dipasarkan secara menca negara, tapi juga dikembangkan dari SDM masyarakat. Gaet atau pemandu juga pelaku UMKM diupayakan bisa meningkatkan pelatihan belajar berbahasa inggris.

Selama Pelatihan Wartawan Ekonomi yang diselengarakan, Bank Indonesia juga membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

(Bersambung….)