Pelatihan Kerja Dinas DPMPTSP Naker Bondowoso Berbasis Kompetensi Resmi Ditutup

oleh -

BONDOWOSO: Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Bondowoso, menutup pelatihan kerja berbasis kompetensi, program pengembangan standarisasi kompetensi kerja. Pelatihan tersebut diikuti oleh 80 peserta dengan berbagai jurusan diantaranya, Tehnik Otomotif, Tehnik Las, Bisnis Menagemen, Tehnisi Telefon Seluler dan TIK.

Pelatihan yang digelar selama 33 hari di UPTD Pelatihan Kerja (PK) bertujuan agar para peserta mempunyai kemampuan serta mempunyai sertifikat pelatihan kerja untuk memepermudah diterima saat melamar pekerjaan.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, mengungkapkan bahwa dengan pelatihan berbasis kompetensi tersebut bisa mempuyai kemampuan di bidang kompetensinya.

“Dengan pelatihan ini bisa mempunyai kemampuan, jadi ketika akan melamar pekerjaan mereka dengan mudah bisa menunjukkan bahwa dia sudah memiliki kompetensi kepada perusahaan yang dituju,”Ujarnya, Kamis, 26 November 2020.

Dirinya menambahkan bahwa setelah penutupan pelatihan berbasis kompetensi tersebut, pihaknya meminta para peserta untuk mengurus AK 1 di Dinas.

“Tujuan para peserta setelah mengikuti pelatihan ini kan untuk mendapatkan pekerjaan, jadi saya sarankan untuk mengurus AK 1, karena itu merupakan salah satu syarat untuk melamar pekerjaan di perusahaan,” ungkapnya.

Dirinya berharap setelah pulang dari pelatihan dan mendapatkan sertifikat tidak hanya di jadikan pajangan dirumah. “Saya berharap agar para peserta yang sudah mendapatkan sertifikat pelatihan harus betul-betul digunakan untuk masa depan, keahlian yang mereka dapat yang sudah diberikan oleh instruktur harus bisa diimplementasikan untuk teman-temannya yang belum mempunyai kesempatan mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala UPTD PK, Eko Agus Wahyudi mengatakan bahwa program pelatihan tersebut ada 5 kejuruan.”Ada lima kejuruan, tapi yang paling banyak diminati oleh para peserta yaitu TIK, bahkan semenjak pendaftaran dibuka, pendaftar mencapai kurang lebih 200 sampai 300 pendaftar, karena kebutuhan kita hanya 16 orang di setiap kejuruan, maka kita adakan seleksi tes tulis dan interview, ” kata Eko.

Kedepan kita ada koordinasi dengan bidang P4KK, karena didalam ada sistem info tentang lowongan pekerjaan bagi para peserta yang sudah mempunyai sertifikat pelatihan.”Untuk kelanjutan mereka yang sudah mengikuti pelatihan, kita sudah koordinasikan kepada bidang P4KK untuk info lowongan pekerjaan dan penempatannya,” Pungkasnya.

Untuk diketahui, bahwa UPTD PK Kabupaten Bondowoso membuka pendaftaran pelatihan kerja berbasis kompetensi,Program pengembangan standarisasi kompetensi kerja, APBN Tahun 2020. Pembukaan pendaftaran tersebut dimualulai pada tanggal 21 sampai 23 September 2020. NOE