Pelaku Bertatto Spesial Kejahatan Jalanan Dibekuk Polisi Surabaya

oleh -
Tersangka Jambret bersama Kasat Reskrim AKBP Sudamiran di Mapolrestabes Surabaya.
Tersangka Jambret bersama Kasat Reskrim AKBP Sudamiran di Mapolrestabes Surabaya.

SURABAYA,-Sepak terjang M. Kus (23) di dunia penjambretan terhenti ditangan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Spesialis tarik paksa handphone (HP) maupun tas ini dibekuk setelah Polisi menerima laporan dari dua korbannya.

Pemuda bertatto warga Jalan Simo Gunung Kramat Timur Gang 7 Surabaya ini dibekuk petugas pada, Sabtu (18/8/2018) pukul 01.00 WIB, didaerah Manukan Surabaya.

Pada, Kamis 16 Agustus lalu, di Jalan Gadel Timur Gang 1 Surabaya pukul 09.30 WIB, dia beraksi. Sebelumnya pelaku ini juga pernah beraksi pada, 22 Januari 2018 di daerah Jalan Indragiri Surabaya.

Dalam setiap aksinya, tersangaka Kus selalu berganti-ganti partners (teman). Diantaranya, TTK (DPO), BS dan BN kini sudah menjalani penahanan.

Sepak terjang terakhir kali sebelum dibekuk Kus menarik paksa merampas HP milik korban bernama Indrawati dan Isnan mauludia warga Surabaya.

Modusnya, tersangka Kus, bersama dengan rekan-rekannya yang DPO maupun sudah tertangkap melakukan perampasan.

Caranya, pada saat korban menaiki sepeda motor sambil membawa tas maupun HP, kedua pelaku berboncengan sepeda motor Yamaha Vixion dan tersangka TTK sebagai joki memepet korban dari samping kiri.

Kemudian dengan cepat tersangka Kus mengambil tas milik korban. Setelah mendapatkan barang milik korbannya selanjutnya pelaku melarikan diri.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, pelaku ini merupakan spesialis tarik paksa (Jambret). Beberapa tempat serta hasil sudah dinikmati kelompok ini

Beberapa tempat itu diantaranya, Jalan Indragiri, ketika itu bersama BS mendapat HP, Jalan Kedungdoro bersama BN mendapatkan HP.

DI Jalan Arjuna bersama TTK mendapatkan tas berisi HP dan uang tunai, di Jalan Gadel Timur kali ini pelaku tertangkap.

“Tersangka Kus ini adalah seorang residivis yang baru saja keluar penjara pada tahun 2017 lalu karena terjerat kasus narkoba. Ketika itu dia menjalani 4 tahun hukuman penjara,” sebut Sudamiran, Sabtu (18/8/2018).

Barang bukti yang disita berupa, 1 buah tas, satu dompet warna hitam, satu buku tabungan, satu kartu sekolah, serta uang tunai Rp. 150.000.

Kini pelaku mengikuti jejak kedua tersangka lainnya yang lebih dulu tertangkap untuk mendekam di balik jeruji penjara di mapolrestabes Surabaya.@VIN