PDAM Siapkan 200 Truk Tanki Untuk Suplai Pelanggan yang Terdampak

oleh -
Pipa PDAM yang bermasalah.
Pipa PDAM yang bermasalah.

SURABAYA– Ratusan pelanggan PDAM Surabaya yang terdampak oleh macetnya aliran air mulai kering kehabisan tandon air. PDAM Surabaya pun mengantisipasi dengan menyediakan 200 truk tanki yang siap menyuplai air di beberapa titik yang terdampak.

Betapa tidak, aliran air PDAM mulai terganggu sejak Sabtu (7/9/2019) hingga Selasa (10/9/2019) siang.

Ratusan ribu pelanggan yang terdampak meliputi kawasan Ngagel Utara, Tenggumung ke Kenjeran, A Yani, Dukuh Kupang Krembangan Gubeng Airlangga, Pacarkeling, Keputran Pasar Kecil, Tidar, Basuki Rahmad, Maspati, Yos Sudarso dan Sidosermo.

Direktur Utama PDAM Sembada Surya Kota Surabaya, Mujiaman Sukirno menjelaskan, pihaknya menyiapkan ratusan truk tangki darurat untuk membantu suplai air bagi warga pelanggan ataupun kantor instansi yang terdampak atas macetnya aliran air PDAM.

“Untuk warga kita menyiapkan truk, satu hari bisa 200 truk tanki yang bisa kita kirimkan. Warga yang tandonnya benar-benar habis bisa menghubungi kami untuk dibantu suplai airnya,” ujar Mujiaman.

Menurutnya, pihak PDAM sudah melakukan suplai air tanki ke beberapa pihak yang diprioritaskan. Termasuk di antaranya beberapa kantor instansi di pusat kota juga sempat lumpuh kehabisan air. Mengingat dampak pergeseran pipa PDAM ini membuat suplai air di beberapa kantor instansi di pusat kota harus terhenti beberapa waktu.

“Kita sudah suplai ke beberapa instansi seperti kantor kejaksaan, sekolah-sekolah dan masjid. Tapi kita juga bantu kirim air di beberapa rumah tangga,” ujar Mujiaman.

Dia juga mengimbau pada para pelanggan PDAM yang masih mengalami masalah suplai air untuk mengirimkan laporan secara intens lewat sosial media dan nomor pengaduan resmi PDAM Surya Sembada Surabaya. Mujiaman menjanjikan, suplai air akan kembali normal pada Rabu (11/9/2019) dini hari nanti sembari pemasangan pipa yang dipotong terselesaikan.

Namun, bila selebihnya waktu itu masih terjadi kemacetan air, maka warga diminta melapor kepada petugas PDAM. “Kami minta warga melapor secara terbuka lewat Facebook atau Instagram kami atau lewat telepon maka, akan segera kami tangani lebih lanjut,” ujar Mujiaman. VIN