Pasca Lebaran, Pelamar Kerja di Bojonegoro Membeludak

oleh -
Suasana Melamar Pekerjaan di Bojonegoro (Foto : Arifin/Kabarjatim)
Suasana Melamar Pekerjaan di Bojonegoro (Foto : Arifin/Kabarjatim)

BOJONEGORO-Pasca lebaran 1439 H, para calon pencari kerja yang membuat kartu kuning (AK1) di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan yang cukup drastis dibanding dengan hari- hari biasa.

Meningkatnya pelamar kerja usai Lebaran bisa dikatakan sudah menjadi tren setiap tahunnya. Sebab, selain biasanya banyak perusahaan membuka lowongan setelah Lebaran, disisi lain juga bersamaan dengan tahun ajaran baru yang pastinya banyak anak SlTA yang baru lulus.

“Pencari kerja ramai sejak Kamis (21/6/2018) lalu, atau pada hari pertama pelayanan umum dibuka setelah libur Lebaran,” terang Kabid Pengembangan dan penepatan tenaga kerja Disperinaker, Joko Santoso, Senin (25/6/2018).

Joko Santoso juga menjelaskan, selain pencari kerja baru yang mendaftar, kadang ada juga yang sudah punya pekerjan, tapi ingin coba cari pekerjaan lagi. Hal lainnya mungkin warga yang belum mempunyai pekerjaan memanfaatkan momentum setelah Lebaran untuk mencari kerja.

Sejak hari pertama Disperinaker buka setelah lebaran, sudah ada peningkatan sebanyak 10 pekerja dibanding dengan hari biasa, sebanyak 30 Pencaker. Sedangkan untuk hari Jumat (22/6/2018) pencari kerja hanya 19 orang. Namun, untuk hari ini Senin (25/6/2018) pencari kerja yang melamar sudah sekitar 60 lebih dan itupun baru sekitar pukul 10 pagi.

“Diprediksi para pencari kerja akan terus bertambah sampai beberapa hari kedepan, sebab bersamaan juga dengan proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) yang membutuhkan sebanyak 104 lowongan pekerja secara bertahab,” terang Joko Susilo.

Ia juga berharap bagi para pencari kerja tidak mudah tertipu dengan orang yang mengatasnamakan bisa membawa pekerja masuk kedalam perusahaan. Apalagi mengatasnamakan bisa membawa masuk kedalam proyek JTB. Padahal, pihak JTB hanya membuka satu pintu prekrutan pekerja melalui Disperinaker.

“Ya jangan mudah tertipu saja dan harus percaya dengan diri sendiri bahwa mempunyai skil yang bagus,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pekerja asal Sumuragung Sumberejo, Syahroni menjelaskan, dirinya sudah sejak pagi mengantri di Disperinaker dengan harapan bisa diterima disalah satu perusahaan. “Ini tadi sudah menyetorkan berkas-berkasnya di Disperinaker dan saya ingin mencoba melamar di Surabaya, lantaran UMR nya lebih banyak dibanding Kota atau Kabupaten di Jawa Timur,” tuturnya. @VIN