Pasar Topeng di Kampung Budaya Polowijen Sedot Perhatian Mahasiswa Asing

oleh -
Sejumlah topeng menghias dinding. Topeng Bapang menjadi salah satu ikon topeng Malang.
Sejumlah topeng menghias dinding. Topeng Bapang menjadi salah satu ikon topeng Malang.

MALANG-Even budaya pasar teopeng Polowijen mampu menarik perhatian mahasiswa asing. Pasar topeng ini digelar di Kampung Budaya Polowijen. Polowijen sendiri merupakan perkampungan tua. Di tempat ini lahirlah sosok Ken Dedes. Dari rahimnya inilah lahir para raja di pulau Jawa.

Pasar topeng ini terlihat memajang seluruh hasil karya kerajinan topeng Malangan. Rumah warga disulap menjadi galeri untuk memajang topeng, kriya seni dan kerajinan lainnya bertema topeng Malang.

“Kami berusaha mengangkat pengrajin topeng, dan kesenian lainnya dan cindera mata lain sebagai oleh-oleh khas Malang,” kata penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Ansori sebagimana dilansir Terakota.id.

Isa yang karib disapa Ki Demang menjelaskan rangkaian persemian pasar topeng ini akan dihadiri 60 mahasiswa asing dari 20 Negara. Mereka mengikuti Program DesignThingking 2018 yang selenggarakan Konsorsium Kantor Urusan Internasional (KKUI) Perguruan Tinggi Se Malang Raya.

Para mahasiswa diantaranya berasal dari Vietnam. Rumania, Malaysia, India, China, Ukraina, Uzbekistan, Korea Selatan, Kamboja, dan Timor Leste. Mereka berkunjung ke Malang selama tiga hari.

Para mahasiswa akan belajar membatik motif topeng Malang dan membuat kerajianan topeng Malang. Kerajinan yang dihasilkan akan menjadi cinderamata ke Negara asal. Tujuannya, mengenalkan tradisi dan budaya warga Malang.

Ke-60 mahasiswa asing ini juga akan diajak menari topeng bersama warga Polowihen. Diperkirakan akan melibatkan sekitar 200 penari.

Peresmian pasar topeng diawali sarasehan Kampung Budaya Polowijen bertajuk “Temu Topeng Malang.” Diprakarsai Yudhit Perdananto dan Muhammad Nasai dari Forum Pecinta Topeng Malang. Menghadirkan perajin topeng Malang untuk berbagi ilmu dan pengalaman mengukir topeng.

Sarasehan sekaligus membedah buku ” Wayang Topeng Malang” karya dosen seni tari Universitas Negeri Malang, Roby Hidajat. @VIN