Pandemi Covid-19, Pendaftar Haji di Sumenep Menurun Drastis

oleh -

SUMENEP: Selama pandemi virus Corona atau Covid-19, warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, seakan enggan melakukan pendaftaran ibadah haji. Hal itu dilakukan karena pada Juni 2020 lalu, Pemerintah Arab Saudi melarang jamaah antar negara.

Kebijakan itu dikeluarkan untuk menekan penularan virus Corona di negeri tujuan untuk beribadah haji tersebut. Hingga saat ini, Kemeterian Agama (Kemenag) RI belum mengeluarkan kebijakan kapan jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan, tak terkecuali jamaah haji asal Sumenep.

Sedangkan per Juni tahun 2020 ini, Kemenag Sumenep mencatat ada sekitar 2000 calon jamaah yang melakukan pendaftaran. Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai sekitar 5000 pendaftar.

“Yang selesai kami rekap per Juni kemarin sekitar 2000 pendaftar, jadi memang ada penurunan dari tahun 2019 lalu,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Sumenep, Mohammad Rifai Hasyim.

Berdasarkan data di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, sebanyak 670 CJH sudah melakukan pelunasan keberangkatan ke Tanah Suci tahun 2020.

“Untuk yang sudah melakukan pelunasan dari jamaah haji regular, penggabungan dan cadangan totalnya 670 jamaah,” jelasnya.

Mengenai jadwal pemberangkatan CJH Sumenep, kata Hasyim, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kemenag RI.

Kendati demikian, Kemenag Sumenep tetap membuka pelayanan jamaah haji dan umroh. “Setiap tahunnya sesuai undang-undang, Kemenag Sumenep tetap membuka pendaftaran jamaah haji dan umroh,” jelasnya.

Masa pendaftaran itu berlangsung sejak awal Januari hingga Juni 2020 lalu. Namun karena ketika itu masih dalam situasi pandemi, Kemenag melakukan pembatasan jumlah pendaftar.

“Kami juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan terkait Pandemi ini, jadi kami batasi (jumlah pendaftar, red). Sekitar 5 pendaftar setiap harinya. Itu berbeda dari hari-hari biasa yang mencapai 20 sampai 40 orang pendaftar,” tandasnya. NOE