Pandemi Covid 19, Anggaran APBD Bondowoso yang Bersumber Dari Pusat Dipangkas

oleh -

Bondowoso-Lima puluh persen APBD Kabupaten Bondowoso yang bersumber dari anggaran dana pusat ditarik lima puluh persen oleh Pemerintah Pusat. Kebijakan tersebut berdasarkan keputusan Menteri Keuangan dan Mendagri RI.

Hal tersebut diungkapkan Sekertaris Daerah (Sekda) Bondowoso Syaifullah usai rapat bersama   seluruh OPD di kantor Pemkab Bondowoso, Rabu (29/4/2020).

Dirinya menjelaskan bahwa penarikan tersebut dilakukan oleh Pemerintah Pusat untuk keperluan penanganan Covid-19. Akibat kebijakan tersebut, Pemkab Bondowoso harus merelakan mengembalikan anggaran dana sekitar Rp. 200 Milyar.

“Kita memenuhi permintaan mendagri bahwa Kabupaten dipotong 50%. Sekitar Rp. 2 Milyar” kata Sekda Syaifullah.

Sekda Syifullah memaparkan, pengembalian tersebut berpengaruh terhadap jatah anggaran pada masing-masing OPD. Akibatnya, alokasi anggaran OPD dipangkas lima puluh persen. Sehingga OPD dituntut untuk hanya melaksanakan program yang berskala prioritas.

“Semua dinas kita potong 50%. Hanya pembamgunan seperti jembatan yang mau jebol yang dikerjakan. Seperti diklat, hibah dan perjalanan dinas ditiadakan” ujarnya.

Kendati demikian, tegas Syaifullah, penarikan anggaran tersebut tidak berpengaruh terhadap alokasi penanganan Covid-19 di daerah.

“Tidak berpengaruh. Anggaran untuk penanganan Covid 19 daerah aman” pungkasnya.