OTT Dispenduk Jember: Polisi Ciduk 20 Orang, Sita Uang Puluhan Juta

oleh -

JEMBER – Tim Saber Pungli Polres Jember melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Pemkab Jember pada Rabu malam.

Dalam penggerebekan ini, 20 orang telah diperiksa, namun statusnya masih sebatas saksi. OTT ini dilakukan terkait dugaan praktek pungutan liar yang terjadi dalam pengurusan administrasi kependudukan.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan OTT di Dispenduk Capil dilakukan berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada dugaan praktek pungli yang dilakukan oknum tertentu dalam pengurusan dokumen kependudukan.

“Berawal dari keluhan dari masyarakat, tentang sulitnya mendapatkan KTP. Juga ada sumber informasi yang bisa dipercaya, kalau tidak ingin ngantre dan menunggu berminggu-minggu bisa lewat jalur khusus dengan sejumlah biaya,” terang Kusworo saat konferensi pers Kamis (1/11/2018).

Berbekal informasi tersebut, jajaran Polres Jember langsung melakukan penyelidikan selama dua bulan. Pada Rabu malam, polisi akhirnya berhasil melakukan operasi tangkap tangan terhadap pelaku-pelaku yang diduga kuat melakukan praktek pungli tersebut.

“Yang kita duga ini, kemarin malam datang ke salah satu oknum dispenduk. Kita langsung amankan beserta sejumlah uang. Nilainya sekitar Rp10.100.000. Yang jelas uang tersebut berasal dari pemohon KTP, sampai ke calo kemudian kepada orang sipil yang berperan sebagai pengepul, sampai masuk ke oknum dispenduk,” ungkap Kusworo.

Menurut Kusworo, untuk mendalami kasus pungli tersebut pihaknya sudah memeriksa 20 orang yang diduga kuat terlibat praktek pungli di Dispenduk Capil. Di antaranya Kepala Dispenduk Capil Sri Wahyuni. “20 orang ini terdiri dari Kadispenduk, 3 Kabid, operator, orang sipil yang berperan sebagai pengepul, dan juga ada 3 calo,” sebutnya.

Sampai saat ini, 20 orang tersebut masih berstatus sebagai saksi. Kusworo berjanji, dalam waktu satu kali 24 jam, pihaknya akan menetapkan tersangka dalam kasus pungli adminduk tersebut.

Lebih jauh Kusworo menjelaskan, pihaknya juga mensegel 4 ruangan di Kantor Dispenduk untuk mengantisipasi hilangnya barang bukti.

Akibat OTT tersebut aktifitas pelayanan di Kantor Dispenduk Jember sempat ditutup. Namun karena sudah banyak masyarakat yang mengantre untuk mengurus dokumen kependudukan, pelayanan akhirnya kembali dibuka.

Editor: Ahmad Saefullah