Orangtua Siswa SMK PGRI 1 Jombang Keluhkan Penahanan Ijazah

oleh -

JOMBANG – Orangtua siswa mengeluhkan penahanan ijazah yang dilakukan oleh pihak SMK PGRI 1 Kabupaten Jombang.

Hal itu disampaikan oleh beberapa wali murid dari siswa yang saat ini mengenyam pendidikan di SMK PGRI 1 Kabupaten Jombang. Tak hanya orangtua saja, bahkan para siswa dari sekolahan tersebut juga penasaran terkait penahanan ijazah.

“Karena persyaratannya kurang sehingga saya tidak bisa membuat KK baru. Salah satu persyaratan yang kurang yaitu ijazah dari anak saya yang sudah tamat SMP,” ucap salah satu orang tua siswa yang tak ingin disebut namanya.

Ia menambahkan, usai dirinya ditolak saat pembuatan KK karena persyaratannya yang kurang, ia lantas bergegas pulang guna mengambil ijazah anaknya untuk kelengkapan berkas. Namun ketika ditanyakan, anaknya bilang ijazahnya diminta oleh pihak sekolahan.

“Otomatis saya marah mas, tak bela-belain tidak kerja satu hari untuk mengurus KK karena ada data yang harus di perbarui. Karena hal tersebut saya tidak jadi ngurus KK,” imbuhnya. “Sebenarnya untuk apa sih pihak sekolahan harus meminta siswanya mengumpulkan ijazah asli,” tanyanya.

Sementara, ketika Kabarjatim.com mencari informasi pada beberapa siswa yang sekolah di SMK PGRI 1 Jombang, didapatkan fakta bahwa seluruh siswa di sekolahan tersebut harus mengumpulkan Ijazah Asli yang ia dapat dari sekolahan sebelumnya, yakni Ijazah SMP/MTs.

“Kami disuruh mengumpulkan Ijazah Asli dan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) beserta fotokopi masing-masing 5 lembar yang sudah dilegalisir. Semuanya akan dikembalikan pada siswa saat kelulusan nanti,” terang para siswa.

Editor : Ahmad Saefullah