Operasi Patuh Semeru di Sumenep, Ribuan Pengendara Masih Terjaring Razia

oleh -
Operasi Patuh Semeru di Sumenep
Operasi Patuh Semeru di Sumenep

SUMENEP – Ribuan pengendara, baik roda dua atau roda empat masih saja menjadi bulan-bulanan pihak kepolisian. Hal itu dikarena, kesadaran dari pihak pengendara masih kurang.

Operasi Patuh Semeru 2019 memang sudah selesai. Setidaknya terdapat 1.999 pengendara di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dikenakan sanksi selama pelaksanaan operasi tersebut.

Data di bagian Satlantas Polres Sumenep, dari 1.999 pelanggar itu, 1.817 di antaranya dikenakan sanksi tilang, sisanya sebanyak 182 pengendara diberikan sanksi teguran.

“Kebanyakan pelanggaran itu saat ini didominasi oleh roda dua,” kata AKP Deddy Eka Aprianto, Kasat Lantas Polres Sumenep, kepada sejumlah awak media.

Dalam Operasi Patuh Semeru 2019 dimulai sejak 29 Agustus 2019 hingga 11 September 2019 itu, jenis pelanggaran yang dilanggar pengendara didominasi oleh pengendara yang menerobos lalu lintas, yakni mencapai 486 pelanggaran.

Sedangkan untuk pelanggaran karena tidak menggunakan helm sebanyak 422 pengendara. “Dan 61 pelanggaran karena dibawah umur,” terangnya.

Deddy mengaku, selama operasi digelar terdapat delapan sasaran, diantaranya berkendara melawan arus, mengoperasikan HP saat berkendara, tidak menggunakan helm SNI, melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah pengaruh alkohol dan pengemudi di bawah umur.

Sebab, sasaran tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Akibat kecelakaan itu bisa menyebabkan meninggal dunia,” tegasnya.

Dibandingkan tahun 2018 kata dia, jumlah pelanggaran mengalami penurunan. Tahun lalu pelanggaran mencapai 4.566 kejadian, dengan rincian tilang 4.278, dan teguran sebanyak 288 kejadian.

“Yang pasti sudah ada penurunan kalau dibandingkan tahun sebelumnya, dan kami sampai hari ini menghimbau agar para pengendara mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” tandasnya. VIN