Omzet Jasa Pertukaran Uang di Alun-Alun Bojonegeroro capai 50 juta

oleh -
pertukaran uang di Alun Alun Bojonegoro (Foto : Arifin/Kabarjatim)
pertukaran uang di Alun Alun Bojonegoro (Foto : Arifin/Kabarjatim)

BOJONEGORO– Sejak ditutupnya pelayanan pertukaran uang di sejumlah bank di Bojonegoro sejak beberapa minggu lalu, di seputaran Kota Bojonegoro kian ramai menjadi lapak bagi penjual jasa penukaran uang bagi masyarakat menjelang lebaran.

Salah satunya adalah Faisal (24) di utara alun-alun Kota Bojonegoro itu, mengaku sudah mulai membuka jasa penukaran uang baru bagi masyarakat sejak selasa (04/06).

“Saya sudah kerja di jasa penukaran uang baru sejak selasa minggu yang lalu mas. Setiap hari transaksi penukaran rata-rata antara Rp 35 juta hingga Rp 50 juta. Kalau mendekati hari raya, yang tukar makin banyak. Kita tinggal menjemput bola,” jelasnya, selasa (12/06/2018)

Menurut Wahyu, dirinya kerja menjadi penukar uang baru itu, bekerja pada orang dengan memperoleh fee 4 persen sedangkan pemilik modal mendapatkan 6 persen. Tetapi untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar, dia menetapkan 15 persen disetiap penukaran.

Pekerjaan musiman itu dilakukan karena jelang hari raya uang baru sangat dibutuhkan. Jika menukarkan uang pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu, untuk per 100 ribu dikenakan jasa Rp 15 ribu, jika beruntung hanya dikenakan 10 persen setiap 100 ribu.

“keuntungan dari pertukaran ini tidak seluruhnya milik saya, namun masih harus dibagi dengan penyedia stok,” terang pemuda asal Semarang ini.

Ditambahkan, dia sudah melakoni pekerjaan ini sudah sejak enam tahun silam bersama teman yang berlokasi di JL Teuku Umar. Bahkan, temanya itu sudah rutin sepuluh tahun menyediakan jasa penukaran uang menjelang lebaran.

Berdasarkan pemantauan kabarjatim.com di lapangan, di sepanjang Jl Imam Bonjol, utara alun-alun Bojonegoro Kota itu, ada sekitar 13 orang yang menawarkan uang baru dengan berdiri di samping kanan dan kiri jalan. Tak hanya orang Bojonegoro, mereka yang menjajakan uang baru itu ada warga Semarang dan juga banyak warga dari daerah lainnya. “Saya mudik ke Semarang H-1 lebaran, InsyaAllah,” tutup Faisal bersemangat. @VIN