Oknum PNS Diduga Setubuhi Gadis SMA

oleh -

SUMENEP – Kasus dugaan pencabulan kembali terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Herannya, pencabulan tersebut diduga dilakukan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial SDL, yang ada di Kecamatan Masalembu.

Oknum PNS tersebut menyetubuhi HTN (17), yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan orang tua korban melaporkan ke Polsek Masalembu, dengan laporan polisi nomor LP/06/V2019/JATIM/Res/ Smp/Sek Masalembu tanggal 25 Mei 2019.

Orang tua korban menceritakan, peristiwa yang menimpa putrinya bermula dari bujuk rayu pelaku terhadap korban. Awalnya, korban HTN diajak SDL untuk membeli bakso ke sebuah warung yang ada di daerah itu.

“SDL datang ke rumah untuk menjemput HTN menggunakan sepeda motor honda Vario warna putih untuk membeli bakso,” terangnya.

Namun, dalam perjalanan ternyata SDL tidak membawa HTN ke warung bakso, melainkan membawa ke sebuah rumah rumah milik ID yang terletak di Desa Masalima, Kecamatan Masalembu.

“Sesampainya dirumah ID, Korban HTN disuruh turun dengan menutup separuh wajahnya,” jelas Astro.

Dan di dalam rumah ID yang ada di Dusun Tengah, Desa Masalima, SDL langsung memperdaya korban sekaligus memaksa untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Dalam melancarkan perbuatan bejatnya itu, SDL merayu korban bahwa apa akan dilakukannya akan lebih mudah membuat lubang keperawanan menjadi sempit dari sebelumnya.

“Setelah melakukan aksinya air sperma diusapkan ke wajahnya dengan membaca mantra, dan juga dioleskan ke bagian tubuh HTN,” jelasnya.

Bahkan sehabis melakukan hubungan badan dengan korban, pelaku mengatakan jika untuk menyempurnakan pengobatannya, korban harus melakukan hubungan intim sampai tiga kali.

Humas Polres Sumenenp AKP Widiarti membenarkan laporan pencabulan tersebut. Katanya, pihak yang terkait salah satunya saksi dari korban pencabulan anak di bawah umur sudah diperiksa oleh kanit PPA Polres.

“Pihak terlapor atas nama SDL sudah diperiksa sebagai saksi, atas laporan tindak pidana tipu daya dengan memaksa melakukan hubungan badan layaknya suami istri,” terangnya.

Bahkan atas kasus tersebut, pihaknya akan melakukan pengembangan, yakni akan memanggil ID, selaku pemilik rumah yang ditempati kasus kejahatan anak dibawah umur.

“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk memproses tindak pidana kejahatan yang menimpa anak dibawah umur sampai tuntas,” tandasnya.