OJK Regional 4 Berhasil Tingkatkan Indeks literasi dan Inklusi Tahun 2019

oleh -

SURABAYA  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 memberikan data indeks literasi dan indeks inklusi keuangan.

Pembahasan yang diberikan pada tanggal Jumat (20/12/2019) kepada media tercatat untuk Provinsi Jawa Timur, mengalami peningkatan.

Dari perbandingan pada tahun 2016 indeks literasi sebesar 35,6% dan indeks inklusi sebesar. Namun pada tahun 2019 mengalami kenaikan indeks literasi sebesar 48,95% dan indeks inklusi 87,96%, untuk wilayah Regional 4 atau Jatim.

Sementara secara nasional, pada tahun ini hasil Survey Nasional Literasi Keuangan Tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 38,03% dan indeks inklusi keuangan nasional 76,19%. 

Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK Tahun 2016 yaitu indeks literasi keuangan 29,7% dan indeks inklusi keuangan 67,8%. 

Kepala Kantor OJK Regional 4 Jatim, Heru Cahyono bersama rekan media dalam acara Coffee Morning “Cangkrukan Media Jatim Bersama OJK KR4” menyampaikan, 

“Penerbitan POJK ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi industri perbankan syariah, melalui pengoptimalan sumber daya Bank Umum oleh Bank Umum Syariah (BUS) yang memiliki hubungan kepemilikan.” Ujarnya.

Heru Cahyono menambahkan untuk bisa mencapai sinergi antara Bank Umum Syariah ( BUS) dengan Bank Umum Konvesional (BUK), mengacu dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 28/POJK.03/2019 ini adalah, kerjasama antara BUS dan Bank Umum yang memiliki hubungan kepemilikan melalui pengoptimalan sumber daya manusia, teknologi informasi, dan jaringan kantor milik Bank Umum guna menunjang pelaksanaan kegiatan BUS yang memberikan nilai tambah bagi BUS dan Bank Umum. 

Diharapkan bagi BUS dapat meningkatkan daya saingnya dalam memberikan pelayanan kepada nasabah BUS, serta memperluas akses layanan perbankan syariah bagi masyarakat yang belum mengenal, menggunakan, atau mendapatkan layanan perbankan syariah (inklusi keuangan). 

Selain peningkatan sinergi namun tetap harus tanggung jawab BUS atas risiko dari kegiatan yang disinergikan dengan Bank Umum. 

Peningkatan sinergi diupayakan dengan proses satu pintu. Untuk rencana masing masing sebisa mungkin dibahas bersama, dan mengajukan permohonan persetujuan kepada OJK.