NU Kecam Eksekusi Mati Tuti Tursilawati, Yakin Ada yang Ditutup-tutupi

oleh -
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Foto: NU Online)

JAKARTA – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengecam keras eksekusi mati oleh Pemerintah Arab Saudi terhadap tenaga kerja asal Indonesia, Tuti Tursilawati.

Tidak adanya notifikasi dan pemberitahuan resmi kepada pihak Perwakilan RI di Arab Saudi juga menjadi persoalan harus disikapi serius.

Kyai Said berpendapat bahwa situasi tersebut menunjukkan kapada dunia internasional tentang adanya ketertutupan informasi terkait berbagai pelanggaran HAM. “Ada ketidaktransparansian. Ada yang ditutup-tutupi. Inilah yang harus diungkapkan,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Kabarjatim.com

Tuti Tursilawati merupakan tenaga kerja Indonesia asal Desa Cikeusik, Majalengka, Jawa Barat. Dia divonis mati oleh pengadilan di Arab Saudi pada Juni 2011 dengan tuduhan membunuh majikannya.

Nisma Abdullah, Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia yang mendampingi kasus itu sejak awal, mengatakan, pembunuhan itu tak disengaja lantaran Tuti membela diri dari upaya pemerkosaan majikannya. Selama bekerja di rumah majikan itu, menurut Nisma, Tuti kerap mendapat pelecehan seksual hingga pemerkosaan.

Dalam pandangan Kyai Said, Pemerintah Indonesia harus segera mengambil langkah-langkah strategis-diplomasi guna melancarkan protes keras atas sikap Pemerintah Saudi. Lebih lanjut dia menilai bahwa sikap Saudi dari dulu tetap tidak berubah secara signifikan dalam konteks penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kepatuhan pada tata krama diplomasi internasional.

“Kami berduka dan menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menyikapi persoalan ini. Ini persoalan yang sangat serius,” jelas Kyai Said.

Terkait upaya penyikapan terhadap peristiwa tersebut, Kyai Said menjelaskan PBNU akan mendorong dan mendukung pemerintah untuk mencari jalan keluar terbaik bagi persoalan ini. “Ya, kami akan komunikasi dengan Pemerintah.”