Notaris Dyah kembali ditahan Kejaksaan Negeri Sidoarjo

oleh -

SIDOARJO: Kejaksaan Negeri Sidoarjo menerima berkas pelimpahan tahap II dengan tersangka Notaris, Dyah Nuswantari Ekapsari dan Barang Bukti dalam kasus pemalsuan data otentik berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Tersangka Dyah langsung dijebloskan ke Lapas Kelas IIA Sidoarjo sembari menunggu pelimpahan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo.

“Berkas pelimpahan tahap II sudah kami terima dari penyidik. Sembari menunggu proses pelimpahan ke Pengadilan, tersangka kami tahan selama dua puluh hari kedepan,” ungkap Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Gatot Haryono, Jumat, 13 Maret 2020.

Rencananya, berkas tersangka notaris bakal dikirimkan selama kurun waktu sepekan kedepan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo. Sehingga tersangka bisa segera disidangkan.

“Karena ini baru dikirim, maka kemungkinan pekan depan akan kami kirimkan ke pengadilan,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kasus ini bermula saat korban Wardah Asmawatul Chusniah (35) hendak memperpanjang sertifikat Hak Guna Bangunan rumah miliknya kepada Tersangka Notaris Dyah. Menurut korban, rumah seluas 194 meter persegi yang terletak dikawasan Sidokare Sidoarjo tersebut nantinya akan dijual kepada salah satu  mantan anggota Polresta Sidoarjo, Sulkan setelah proses perpanjangan SHGB selesai.

“Nah, setelah perpanjangan selesai, tanpa sepengetahuan ahli waris, ternyata Tersangka Dyah membuatkan akte jual beli kepada Wahyu Pudji Astutik. Ada peralihan hak disana. Terlebih, saat mengeluarkan akte itu pemilik sudah meninggal dunia,” tegasnya.

Disamping itu, setelah adanya peralihan hak, SHGB tersebut dijaminkan kesalah satu bank. Beruntung, kejahatan tersebut baru terungkap setelah korban menanyakan kembali kepada Notaris terkait SHGB miliknya.

Laporan terkait dugaan tindak penggelapan sertifikat rumah seluas 194 meter persegi sejatinya sudah masuk ke polres Sidoarjo sejak November 2018 lalu. Namun lambannya penanganan membuat korban harus bolak balik ke Polresta Sidoarjo.

Ia menceritakan pada saat itu yakni ditahun 2016 ia sudah melakukan bincang-bincang bersama pembeli yang diketahui merupakan anggota Polresta Sidoarjo, Sulkhan. Nah, diwaktu yang bersamaan, pembeli menyarankan dan menunjuk salah satu notaris yang bernama Dyah Nuswantari Ekapsari yang berkantor di Desa Bligo, Candi Sidoarjo.

“Entah, sudah lama diurus kok sertifikat atas nama ayah Saya yakni Brigjen Pol. Ibnu Sudjak Machfud sudah berubah nama menjadi Wahyu Pudjiastutik, berulangkali saya tanya ke notaris tapi tidak ada jawaban apapun. Sampai di tahun 2018 juga tidak ada jawaban. Sehingga kami memilih melaporkan dugaan penggelapan ini ke polisi,” terang Wardah.

Kini, sulkhan bersama Wahyu Pudji Astutik sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo. 

NOE