Ngurus KTP Sulit, Warga Kepulauan Sumenep Curhat ke Wabup

oleh -

Sumenep – Sejumlah warga Kepulauan Sumenep, Jawa Timur, mendatangi Kantor Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Kedatangan mereka ternyata ingin mencurahkan seluruh ketidaknyamanannya sebagai warga kepulauan.

Sejumlah warga tersebut mengadu soal betapa sulitnya pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dan beberapa dokumen penting lainnya.

Mereka mengeluh untuk membuat e-KTP satu saja, harus menghabiskan waktu lima hari. Padahal saat ini, pemerintah setempat telah memiliki Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) yang diimpikan pelayanan semakin baik.

“Kehadiran Mal Pelayanan Publik memang bagus tapi itu belum sama sekali dirasakan warga kepulauan. Apalagi untuk ngurus KTP,” kata Dody.

Selain Dody, Syafiudin yang merupakan Ketua Komunitas Warga Kepulauan (KWK) mengatakan, warga kepulauan yang akan membuat e-KTP selama ini perjuangannya sangat panjang.

Apalagi, kata dia, kalau mereka harus datang ke Disdukcapil Kabupaten butuh waktu lima hari sampai satu minggu. Kalaupun cepat selesai dan harus keluar biaya cukup banyak.

“Biasanya kalau orang pulau datang ke Dispendukcapil kan pasti nginp kalau gak punya saudara nginep dihotel kan butuh biaya butuh waktu dan tenaga kalau sampai satu minggu berapa biaya itu,” katanya.

Menurutnya kemudahan pengurusan e-KTP yang katanya bisa lebih cepat dari sebelumnya selama ini belum dirasakan warga kepulauan, bahkan cenderung semakin sulit karena orang yang sudah melakukan perekaman di pulau harus menunggu berbulan-bulan atau bertahun-tahun bahkan ada yang sampai meninggal belum selesai juga.

“Orang Pulau itu selama ini disuruh nunggu, KTP nya selesai bisa bulanan, tahunan bahkan ada yang sampai meninggal orangnya belum selesai,’ terangnya.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi berjanji akan segera melakukan kordinasi terkait keluhan warga kepulauan tersebut dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumenep. Pihaknya berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama pelayanan KTP di Kepulauan bisa normal dan lebih baik.

“Saya akan kordinasi segera dengan dispendukcapil, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa teratasi,” katanya.

“Sejauh ini kami belum mengetahui, dan semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari,” tandasnya.(Noe)