Negosiasi Buntu, Warga Taman Tetap Tolak Pembangunan Rumah Duka

oleh -

SIDOARJO – Warga Ketegan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, menolak rencana pembangunan rumah duka persemayaman mayat. Hal ini dikarenakan lokasinya yang berdekatan dengan permukiman warga, Rabu (27/2/2019).

Terkait penolakan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo turun tangan. Melalui bagian Sekretariat, Pemkab Sidoarjo menginisiasi pertemuan antara warga Ketegan Taman dan PT Surga Pelangi selaku penyedia jasa rumah duka. Mediasi kedua belah pihak digelar di ruang Delta Wicaksana.

Selama empat jam pertemuan yang dipimpin Plt Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sidoarjo Benny Airlangga ini berlangsung alot dan tidak menemukan kesepakatan. Perwakilan warga dari RT 13 RW 03 Ketegan Taman tetap bersikukuh menolak rencana pembangunan rumah duka tersebut.

Menurut Dendy, salah satu warga, sejatinya warga tidak anti pembangunan, namun untuk pembangunan yang peruntukan rumah duka persemayaman mayat warga menolak. “Lokasi yang berdekatan dengan permukiman dan di tempat ini ada pembakaran mayat pastinya akan sangat mengganggu, ” kata Dendy saat diwawancarai setelah mediasi.

Menurut General Affair PT Surga Pelangi Ali Komala, pihaknya sejatinya sudah melengkapi izin pembangunan rumah duka. “Mulai Amdal, UKL dan UPL sudah kita lengkapi,” jelasnya.

Terkait buntunya negoisasi saat pertemuan yang dilakukan dengan warga, Ali Komala menjelaskan akan terus berusaha melakukan mediasi sampai ada kata sepakat. “Kita akan rencanakan untuk menggelar kembali pertemuan dengan pihak warga sampai ada titik temu,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sidoarjo Benny Airlangga mengungkapkan, hanya bertindak sebagai fasilitator, sehingga menyerahkan kembali kepada kedua pihak untuk dimusyawarahkan lagi ditingkat kecamatan agar polemik bertahun-tahun tentang pembangunan rumah duka bisa tuntas. “Akan dibicarakan lagi ditingkat kecamatan sampai ada titik temu,” pungkasnya.

Editor : Ahmad Saefullah