Nataru, Jalan Nasional di Jatim Diklaim 100 Persen Layak Digunakan.

oleh -

SURABAYA: Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Achmad Subki, mengklaim seluruh jalan nasional di Jawa Timur layak digunakan alias dilintasi. Di Jatim, panjang jalan nasional layak dilintasi mencapai sepanjang 2.361,23 kilometer (km), atau 93,18 persen dari total panjang 2.200,19 km.

“Tapi secara keseluruhan jalan nasional di Jatim, siap 100 persen untuk dilintasi masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2020,” kata Subki, dikonfirmasi, Senin (23/12/2019).

Menurut Subki, jalan nasional di Jatim yang belum mantap atau belum layak dilintasi, mencapai 161,04 km atau 6,82 persen dari total panjang. Selain rusak, sebagian masih dalam proses pengerjaan perbaikan jalan.

Rinciannya, sepanjang 1126,31 kilometer atau 47,70 persen jalan nasional dalam kondisi baik, rusak berat 0,83 persen atau 29,60 km, rusak ringan 5,99 persen atau 141,44 km, kondisi sedang dan layak digunakan 45,48 persen atau 1073,89 km. “Kami siapkan 25 posko di ruas jalan tersebar di Jatim, guna mengantisipasi jika ada kerusakan jalan akibat bencana banjir, longsor dan lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemetaan BBPJN VIII, lanjut Subki, ada 33 titik ruas jalan di Jatim rawan bencana. Sebanyak 12 titik di antaranya rawan terjadi bencana longsor khususnya di ruas jalan Lintas Selatan Jatim, dan 21 titik lainnya rawan banjir di ruas jalan Pantura.

Setiap posko itu, kata Subki, dilengkapi dengan alat berat. Selama 24 jam alat-alat berat itu bisa dimobilisasi ke lokasi terjadinya peristiwa kedaruratan, seperti bencana alam dan lainnya. “Nantinya, petugas di posko itu akan bergerak cepat menangani dengan peralatan DRU (disaster relief unit) jika terjadi bencana dan jalan rusak,” kata Subki.(Noe)