Nasib Guru di Sumenep, Tiga Bulan Dihutang Kemenag Hingga 6 Miliar

oleh -

Sumenep – Sejumlah guru sertifikasi yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, harus gigit jari. Pasalnya, uang yang seharusnya diterima mereka dari mengajar di sekolah, hingga saat ini tidak terbayar.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali melakukan utang piutang dengan guru sertifikasi dibawahnya.

Utang piutang Kemenag Sumenep itu kali ini sudah mencapai sekitar Rp6 miliar. Kemenag tidak mampu membayar para guru sertifikasi di tahun 2018 lalu.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumenep, Mohamad Tawil menjelaskan, hutang piutang dengan guru sertifikasi itu sebenarnya sudah terbayarkan. Namun karena keterbatasan keuangan dari pusat akhirnya kembali tidak terbayarkan.

“Memang ada tiga bulan di tahun 2018 itu yang belum terbayar. Kalau yang tahun 2013 sudah terbayar,” katanya.

Dia mengaku, sejatinya hutang piutang ke guru sertifikasi itu murni karena keterbatasan anggaran dari Kemenag Pusat. Kemenag Sumenep, kata dia, hanya menjalankan ketentuan dari pusat.

“Jadi memang semua keuangan sertifikasi itu dari pusat, kalau ada kita cairkan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Dia juga mengaku, Kemenag Sumenep telah melakukan sejumlah upaya guna melunasi hutang itu. Namun biasanya, usai dilakukan audit pasti akan terbayar. Dia meminta para guru bersabar.

“Tunggu saja, sabar. Semua PNS juga belum dibayar. Kemungkinan besar akhir 2019 ini terbayar,” tandasnya.(Noe)