Musim Kemarau, Sepuluh Kecamatan di Sumenep Alami Kekeringan

oleh -

SUMENEP: Sejumlah desa yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat ini mengalami kekeringan. Bencana kekeringan tersebut melanda dua puluh sembilan desa dari sepuluh kecamatan yang ada di daratan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Rahman Riadi mengatakan, kekeringan di wilayah Sumenep terjadi sejak bulan Juni lalu. “Kekeringan saat ini berdampak pada masyarakat di dua puluh sembilan desa yang tersebar di sepuluh kecamatan,” kata Rahman.

Sepuluh kecamatan tersebut di antaranya Kecamatan Batuputih, Kecamatan Pasongsongan, Kecamatan Saronggi, Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Dasuk. Dari sepuluh kecamatan itu, mayoritas mengalami kering kritis, kering langka sampai kering terbatas.

“Kita sekarang mendistribusikan air bersih untuk terdampak kekeringan di Desa Prancak dan Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan,” jelasnya.

Sebagai antisipasi bencana kekeringan yang berdampak pada masyarakat tersebut, BPBD kata Rahman sudah melakukan sinergitas dengan seluruh perangkat daerah, PDAM, dan aparat kewilayahan, untuk mengoptimalkan penanganan bencana kekeringan.

“Kami menggelar rakor penanggulangan bencana kekeringan untuk memaksimalkan penanganan di lapangan. Dengan ketersediaan air yang masih memadai,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh perangkat daerah, aparat di wilayah baik camat dan kepala desa agar cepat tanggap dalam merespon laporan dari masyarakat, sehingga penanggulangan bisa lebih optimal.

“Aparat wilayah juga harus mengevaluasi kondisi di wilayah masing-masing, sehingga semua desa bisa terdeteksi mengenai potensi terjadinya bencana kekeringan, aparat harus rajin melaporkan kondisi di wilayahnya masing-masing,” tandasnya. NOE