Musim Haji 2018 Berakhir, 386 Jamaah Indonesia Meninggal Dunia

oleh -

MADINAH – Seluruh jamaah haji Indonesia telah meninggalkan tanah suci, menandai berakhirnya musim haji 2018.

Seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan pun meninggalkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah menuju Bandara Jeddah. Dijadualkan PPIH akan meninggalkan Arab Saudi malam ini menuju Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh PPIH Bidang Kesehatan. Beberapa buah dari kerja keras ini diantaranya adalah turunnya angka kematian dari tahun sebelumnya dan diterimanya 3 penghargaan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. “Terima kasih atas kerja keras Saudara semua. Selamat kembali ke Indonesia untuk bertemu keluarga,” kata Eka melalui siaran pers yang diterima Kabarjatim.com

Kapuskes Haji juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga PPIH bidang kesehatan yang telah memberikan kesempatan kepada PPIH mengabdi sebagai pelayan tamu Allah selama kurang lebih 76 hari.
Eka menyebutkan sampai dengan hari terakhir Operasional Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi (hari ke-71), tanggal 25 September 2018 pukul 19.00 WAS, jumlah total jemaah haji wafat di Arab Saudi 386 orang, terdiri dari 364 jemaah regular dan 22 jemaah haji khusus.

“Sebanyak 75 orang wafat di Daker Madinah, 266 orang di Daker Makkah, 7 orang di Daker Bandara, 8 orang di Arafah, 24 orang di Mina dan 6 orang di Muzdalifah,” jelas Eka.

Menurut catatan Siskohat Dirjen PHU Kementerian Agama, pada 2016 jumlah jamaah wafat sebanyak 342 orang. Jumlah itu setara dengan 0,20 persen dri total 168 jamaah. Sementara pada 2017, yang wafat sebanyak 657 jamaah, atau 0,32 persen dari total 203.065 jamaah.

Tahun 2018 ini, total jamaah meninggal sebanyak 381 jamaah wafat. Jumlah itu setara 0,18 persen dari jumlah total 203.351 jamaah yang berangkat tahun ini.

Disebutkan bahwa Respiratory Disease (36,79%) adalah kelompok penyakit terbanyak penyebab wafat. Jemaah asal Embarkasi Surabaya (SUB) paling banyak meninggal di Tanah Suci (17.62 %).

“Tempat wafat terbanyak di RS Arab Saudi, yaitu sebanyak 245 orang (63.47 %), di Hotel/Pondokan 112 orang (29,02%), di Perjalanan 12 orang (3,11%), di Masjid 10 orang (2,59%), dan di KKHI 3 orang (1%),” tambah Eka.
Eka menegaskan bahwa seluruh jemaah telah dipulangkan ke Tanah Air, kecuali yang sedang dirawat di RS Arab Saudi.

Sejak hari pertama, KKHI Madinah menerima 1.184 rujukan, 577 diantaranya dirawat inap dan dari 577 yang dirawat 2 diantaranya wafat. Sementara jemaah yang masih dirawat di RSAS Madinah hingga kini sebanyak 29 orang.

Di KKHI Makkah menerima 4.115 rujukan, 1.677 diantaranya dirawat inap, satu orang diantaranya meninggal dunia di KKHI Makkah. Adapun jemaah yang masih dirawat di RSAS Makkah sampai saat ini sebanyak 21 orang.