Mulai Hari Ini Satlantas Polres Jombang Berlakukan Pelayanan “New Normal” bagi pemohon SIM

oleh -

JOMBANG: Satuan Lalulintas Polres Jombang, Jawa Timur mulai melakukan penerapan pelayanan “New Normal” dalam pelayanan Pemohon Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang ada di Kantor Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) setempat.

Kasatlantas Polres Jombang, AKP A. Risky Menuturkan, penerapan pelayanan New tersebut sesuai dengan Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor : ST/1537N/V/YAN.1.1/2020 tertanggal 29 Mei 2020, Tentang Pelayanan New Normal dan Dispensasi Perpanjangan SIM saat Pandemi Covid-19.

“Pelayanan New Normal akan diterapkan mulai hari ini di Kantor satpas SIM Polres Jombang,”Ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa 2 Juni 2020.

Ia menjelaskan, Pelayanan New Normal yakni dengan mengedepankan protokol kesehatan dengan ketat baik kepada petugas pelayanan serta pemohon SIM yang ada di Kantor satpas SIM. Diantaranya bagi petugas yakni Menggunakan seragam berlengan panjang, melakukan pengecekan suhu badan sebelum mulai bekerja atau pelayanan.

“Hal ini dilakukan guna memastikan kesehatan petugas, Jika ditemukan suhu badan diatas 37,3 Celcius, petugas tidak diperkenankan bertugas dan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan,”Jelasnya.

Selain itu ketentuan lain yakni, Petugas menggunakan Face Shield atau pelindung wajah, menggunakan masker, sarung tangan saat berinteraksi dengan para pemohon. “Kemudian ketentuan lain yakni, Tetap menjaga jarak atau physical distanting minimal 1 meter saat berhadapan dengan masyarakat atau rekan kerja pada saat bertugas setelah melakukan kontak fisik dengan masyarakat segera cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer,”Imbuhnya.

penerapan Physical Distanting dalam Antrian

Masih menurut Risky, Ketentuan lain dalam Penerapan pelayanan New Normal yang dilakukan oleh satpas SIM, yakni pada kantor pelayanan. Diantaranya, melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara berkala di area kerja, menyediakan fasilitas cuci tangan atau Hand sanitizer yang memadai dan mudah diakses oleh pemohon.

“Selain itu juga, kita memasang stiker atau tanda untuk menjaga jarak jarak atau physical distanting minimal 1 meter baik saat antrian duduk maupun Berdiri, Guna meminimalkan kontak fisik dengan pemohon, menjaga agar tidak berkerumun dengan cara mengontrol jumlah pemohon yang masuk menerapkan sistem antrian di pintu masuk dan mengoptimalkan pembayaran nontunai,”Pungkasnya.

NOE