Miris! Dua Warga Gadu Timur Sumenep Hidup dengan Kondisi Tak Layak

oleh -

SUMENEP: Sudiyeh (76), warga Dusun Gung-gung, Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, terpaksa menempati dan menghabiskan hari tuanya dirumah yang jauh dari kata layak.

Semenjak di tinggal wafat sang suami, Sudiyeh hidup sebatang kara. Setiap harinya, dia hanya mengandalkan upah sebagai buruh tani serabutan. Wanita tua itu bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya terkadang harus dengan menunggu sedakah tetangga.

Dilain rumah, media ini juga dikejutkan dengan sosok seorang perempuan tua renta yang tinggal dirumah dengan kondisi cukup mengkhawatirkan. Dia Ma’enna (77), warga yang masih satu dusun dengan Sudiyeh.

Kondisi Ma’enna tidak ada ubahnya Sudiyeh, untuk menafkahi hidupnya, dia harus banting tulang bekerja serabutan. Apabila ada tetangga yang mempekerjakannya, diapun bahagia. Sebab dari hasil jerih payahnya itu dia bertahan hidup.

Kondisi rumah ma’lenah

Saat media ini datang ke lokasi, Sudiyeh dan Ma’enna mengaku sama-sama tidak menerima bantuan. Setiap harinya, mereka berharap pemerintah dan dermawan dapat membantu untuk memperbaiki tempat tinggalnya serta bisa menerima kewajibannya sebagai warga negara.

Info yang didapatkan media ini, meski kondisi hidupnya sudah cukup kesulitan hingga kini mereka berdua justru belum masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Semestinya beliau wajib masuk penerima PKH dan program Sembako. Cuma beliau ini belum masuk ke DTKS. Selama belum masuk ke DTKS, program tidak bisa diberikan kepada orang yang tidak masuk data,” kata Ahmad Suwaifi Qoyyum usai memberikan santunan pada kedua perempuan tersebut.

Suwaifi yang juga sebagai Anggota Komisi IV DPRD Sumenep itu berjanji akan mengawal nasib dua perempuan tersebut. Termasuk akan mendiskusikannya dengan pihak-pihak terkait.

“Sekarang kita upayakan masuk DTKS dulu, nanti akan kita sampaikan ke kadesnya. Mohon maaf, semestinya ini mulai dulu sudah ditangani. Ini hak mereka untuk mendapatkan program sosial. Dan mereka saya kira sangat layak sekali,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, salah satu langkah yang diambil adalah berkomunikasi dengan pihak Kepala Desa Gadu Timur agar supaya dua perempuan tersebut masuk ke DTKS. “Insya Allah, usaha kita akan dimaksimalkan. Semoga nanti semuanya dapat menerima bantuan yang layak,” tandasnya.(Noe)