Minta Transparan, Legislatif Sumenep Soroti Program Bantuan Ternak Sapi

oleh -

SUMENEP: Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyoroti program bantuan ternak sapi betina. Legislatif menduga program tersebut terkesan disembunyikan, tidak dipublikasikan kepada masyarakat di kabupaten paling timur Pulau Madura.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Khaliq menyebutkan jika pemerintah dalam melaksanakan program ini dikiranya belum transparan. Publik hingga saat ini masih belum mengetahui apakah sudah diterima penerima atau justru belum tersalurkan.

“Harusnya pihak dinas terkait mempublikasikan semuanya. Kalau semisal sudah selesai disalurkan, maka penerimanya harus dipublikasikan,” jelasnya.

Keterbukaan bagi publik kata dia sangatlah penting. Apalagi program tersebut merupakan program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat.

“Kenapa pemerintah kami minta untuk terbuka, karena dengan keterbukaan itu masyarakat bisa mengawasi. Sehingga akan melahirkan pemerintahan yang bersih,” tegasnya.

Adapun anggadan untuk program tersebut yakni sebesar 1,3 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sehingga masyarakat di Kabupaten Sumenep harus tau, siapa saja penerimanya.

“Kami berharap lebih terbuka, agar tak ada penyimpangan. Ini program dari rakyat jadi apa salahnya terbuka kepada publik,” tandasnya.

Sebelumnya, DKPP Kabupaten Sumenep telah merealisasikan bantuan ternak sapi betina. Penyaluran bantuan tersebut berkisar pada bulan Agustus sampai September 2020 lalu. Bantuan tersebut dibagikan ke delapan kelompok tani di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Dungkek, Dasuk, dan Rubaru.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Budang Produksi dan Usaha DKPP Sumenep, Arman Musthafa mengaku tidak bisa menyebutkan ikhwal nama-nama penerima. Menurut dia, itu sudah ranahnya auditor.

“Itu kalau sudah ranahnya auditor maka ada polisi dan TNI. Tapi kami masih akan memberikan pengarahan kembali kepada kelompok penerima,” tandasnya. NOE