MI Miftahul Ulum Diresmikan sebagai lembaga Hafidz.

oleh -

Sampang– Lembaga Madrasah Miftahul ulum dusun sumber logan desa karang penang oloh kecamatan karang penang di resmikan langsung sebagai lembaga Tahfidz oleh kepala kementrian agama (kemenag) kabupaten Sampang Madura Rabu (17/10/19).

Peresmian lembaga madrasah tersebut di hadiri oleh semua jajaran pengurus, seperti Kyai Rusdi sebagai pengasuh lembaga, Ust Anwari ketua Yayasan, semua dewan guru dari tingkat Madrasah ibtidaiyah (MI), Sekolah tingkat pertama (SMP) dan sekolah menengah kanjuruan (SMK), selain itu ratusan santri beserta wali santri juga ikut menyaksikan peresmian lembaga Tahfidz tersebut.

Ketua yayasan Miftahul ulum Ustad Anwari mengaku sangat bersyukur lembaga yang selama ini ia pimpin bisa di resmikan sebagai lembaga tahfidz, menurutnya butuh perjuangan yang sangat besar untuk mendongkrak lembaga yang berlokasi di pelosok desa ini.

” kami sangat berterimakasih lembaga kami sudah di resmikan sebagai lembaga tahfidz” ujarnya.

Anwari melanjutkan peresmian terhadap lembaganya itu sangat menunjang pada proses belajar mengajar, karena guru dan santrinya lebih dari 50 persen sebagai tahfidz. Bahkan, Santri Miftahul ulum mulai dari tahun 2014 sampai 2016 sudah banyak menyandang prestasi mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi jawa timur.

” santri di sini 80 persen hafidul qur’an sedangkan gurunya 70 persen juga jafidul qur”an sehingga metode pengajarannya nanti lebih mudah” jelasnya.

Dikatakannya, setelah lembaganya di resmikan sebagai lembaga tahfidz ia menargetkan siswa lulusan madrasah ibtidaiyah (MI) Miftahul ulum dapat hafal Al qu’an sebanyak 10 Juz.

Menanggapi hal itu kepala Kemenag kabupaten Sampang H. Pardi mengaku terpukau terhadap Santri- santri Miftahul ulum yang sudah banyak hafidz qur’an sejak dini, ia kemudian memberikan semangat dan mendorong santri dan wali santri untuk istiqomah untuk terus membaca Al qur’an.

“Saya apresiasi sekali terhadap santri-santri disini kalian sudah sangat luar biasa, dan kepada bapak ibu sudah sangat tepat menitipkan anaknya pada lembaga ini” ujarnya.

Kemudian kasi pendidikan madrasah (penma) H. Mawardi menambahkan agar tidak putus komunikasi antara pengasuh, wali santri, dan guru. Karena dengan komunikasi sangat penting untuk sama-sama memantau kegiatan proses belajar mengajar.

” Misalkan ada siswa yang jarang masuk, atau hafalannya masih tertinggal dengan yang lain maka perlu dilakukan komunikasi antara wali santri dengan guru” pungkasnya.

Kemudian, kepala kemenag bersama kasi penma di dampingi oleh pengasuh dan ketua yayasan meresmikan lembaga tahfidz tersebut dengan menggunting pita sambil di iringi dengan bacaan sholawat secara serentak oleh semua santri.(Noe)