Merasa di tuduh, PT. Sabrina Laksana Abadi laporkan Seorang notaris.

oleh -

Sidoarjo: Direktur PT. Sabrina Laksana Abadi, H. Achmad Miftah Kurniawan mengklarifikasi tuduhan dugaan penipuan, manipulasi pajak hingga Tindak pidana Pencucian Uang yang dilakukan usaha properti miliknya. Sebaliknya, Miftah Kurniawan melaporkan seorang Notaris Eka Suci Rusdianingrum ke Mapolresta Sidoarjo.

Laporan Polisi dengan nomor : STTP/230/XI/2019/JATIM/RESTA SDA itu dilayangkan Miftah Kurniawan pada Jumat, (29/11) lalu. Notaris Eka yang berkantor di desa Kepuh Kiriman, Kecamatan Waru tersebut dilaporkan atas tuduhan fitnah, penipuan dan penggelapan sejumlah uang untuk kepengurusan ijin properti.

“Dia sebagai kuasa pengurusan perijinan perumahan sampai hari ini belum ada kejelasan,” ungkap Miftah Kurniawan dalam Klarifikasinya, Minggu, 1 November 2019.

Ia mengaku heran, kepengurusan ijin usaha properti yang dilakukan sejak 2018 hingga kini belum terselesaikan. Padahal, ia mengaku sudah mengeluarkan anggaran untuk kepengurusan ijin sebesar Rp.875 juta.

“Uang diserahkan kepada Notaris Eka secara tunai dan transfer. Ada catatannya semua. Termasuk bukti setoran tunai betmaterai juga saya pegang,” bebernya.

Dalam pembangunan investasi properti, ia mempercayakan notaris Eka untuk mengurus perijinan. Sehingga semua berkas kepengurusan sudah diserahkan ke notaris. Namun, hingga kini belum satupun ijin properti yang keluar.

Bukti Kwitansi pembayaran pengurusan ijin ke Notaris

“Dia (Eka) minta uang diberikan semuanya senilai Rp 3,5 miliyar untuk lahan seluar 21 hektar yang kini sudah terkuasai 5 hektar. Dia mengaku kepada publik tidak pernah menerima uang sepeserpun dari saya. Saya punya buktinya. Yang saya tidak habis pikir, menuduh saya melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU),” tegasnya.

Meski begitu, pihaknya bersedia tidak mencabut laporan berkas kasus tersebut jika nantinya notaris Eka ada iktikad baik dan mengembalikan berkas-berkas perusahaan miliknya

“Kalau dia (Eka) bersedia mengembalikan berkas-berkasnya, saya cabut laporan di Polresta Sidoarjo. Untuk uang Rp 875 juta yang sudah diberikan ke Eka tidak masalah, nanti biar saya uruskan ke orang lain soal perijinan perumahaan milik saya,” harapnya.

Disamping itu, ia meminta kepada user atau konsumen untuk tidak terprovokasi oleh ulah notaris Eka. Ia menilai adu domba yang dilakukan Eka hanya akal-akalan untuk mengeruk keuntungan.

“Saya menghimbau kepada seluruh user agar tidak terprovokasi karena seluruh aset kami sudah lunas tidak ada sengketa dengan pihak petani maupun pihak-pihak manapun,” tandasnya.(Noe)