Menpora Sambangi Para Atlet Asian Games

oleh -

JAKARTA – Setelah melakukan Rapat Terbatas dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi datang ke Pelatnas Asian Games cabang olahraga Tenis di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta.

Menpora yang menggunakan jaket Asian Games langsung datang dan berbincang-bincang dengan para atlet dan beberapa Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh INdonesia (PELTI).

Menpora langsung mengajak ngobrol para atlet seperti menanyakan apakah ada kendala selama menjalani pelatnas dan apa yang ingin disampaikan. Menpora terlihat ingin sekali menampung saran atau aspirasi dari para atlet.

“Terima kasih kepada para atlet, pelatih, dan Pelti yang terus berlatih meskipun suasana Ramadhan seperti ini. Tidak hanya mematangkan proses latihan di pelatnas, tetapi training camp bahkan try out ke berbagai negara akan menjadi bekal para atlet tenis untuk mengetahui lawan yang akan dihadapi nanti. Setidaknya sudah sering ketemu dan mengetahui kekuatan lawan, saya optimis nanti para atlet akan memberikan kabar gembira pada Asian Games nanti dengan mendapatkan medali emas,” kata Menpora.

Pada obrolan tersebut, salah satu atlet pelatnas tenis putri sempat membicarakan masalah uang saku pelatnas yang sempat belum turun, namun setelah disampaikan ke Ketua Umum Rildo Ananda Anwar akhirnya tidak ada masalah dan sudah cair.

“Memang sempat belum turun karena menunggu dua nama baru yang akan dimasukan ke Surat Keputusan. Tapi setelah dua atlet dari seleksi nasional baru itu masuk, dan sudah masuk SK, maka sudah bisa dicairkan. Termasuk masalah alat yang sudah tidak ada masalah,” kata Rildo.

Pada Asian Games 2018 ini cabor tenis hanya memainkan nomor individual, oleh karenanya berbagai pertandingan individu sangat diperlukan untuk mengasah kemampuan atlet. Sekarang sudah terpilih 6 atlet putri, 4 berasal dari Fed Cup yaitu Jessy Rompies, Beatrice Gumulya, Lavinia Tananta, Aldila Sutjiadi dan yang 2 dari hasil seleksi nasional yakni, Joleta dan Fitriana. “Kita kemarin sempat ada beberapa masalah dengan uang bulanan, namun sekarang udah selesai setelah kita bicara ke Ketua Umum,” kata Beatrice Gumulya.

Masih pada lokasi yang sama di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (24/5), Menpora Imam Nahrawi setelah melihat atlet pelatnas tenis putri langsung bergeser melihat pelatnas Soft Tenis yang letaknya bersebelahan. Menpora ingin memastikan persiapan para atlet semua berjalan lancar dan tidak ada masalah.

Soft Tenis adalah salah satu cabang olahraga yang sejak awal mematok target 1 emas 1 perak dan 2 perunggu di ajang Asian Games nanti. Secara kelas posisi Indonesia memang dibawah Korea Selatan dan Jepang sebagai negara yang melahirkan olahraga serumpun tenis lapangan ini, namun faktor tuan rumah menjadi tuah tersendiri pemacu para atlet.

Ketika di lapangan Menpora pun langsung bertanya kepada para atlet apakah ada kendala selama menjalani pelatnas. “Ayo ada yang ingin disampaikan, ada kendala apa?” tanya Menpora dihadapan para atet. “Tidak ada, semua berjalan lancar,” jawab para atlet dan pelatih. “Baiklah kalau begitu, terima kasih semuanya, selamat berjuang, semangat terus, Merah Putih didadaku,” ucap Menpora

Sementara Pelatih Timnas Soft Tennis Putra Indonesia Ferly Montolalu menjelaskan atlet pelatnas yang ada di soft tennis saat ini dihuni oleh 10 atlet (5 putra dan 5 putri). Mereka Dede Tari Kusrini, Voni Darlina, Ana Kawengian, Siti Nur Arasih, Dwi Rahayu (Putri). Sedangkan untuk tim putra diikuti oleh Irfandi Hendrawan, Prima Simpatiaji, Gusti Jaya Kusuma, Elbert Sie, Hemat Bhakti Anugrah. Dari komposisi pemain yang dimilikinya dan hasil beberapa try out, Fery optimis bisa mewujudkan target tersebut.

“Target tetap 1 emas 1 perak dan 2 perunggu, dari tunggal putra, ganda campuran, dan beregu. Hasil dari try out di Thailand dan Hiroshima bulan Maret lalu dapat sebagai acuan. Ditambah Senin akan berangkat ke Jerman Open, lanjut Pattaya, Thailand, dan training camp di Inchone, Korea Selatan,” jelas Pelatih Timnas Soft Tennis Putra Indonesia Ferly Montolalu.

Editor: Ahmad Saefullah