Mengenal Abata, Pesantren Khusus Penyandang Disabilitas

oleh -

Temanggung – Pesantren Abata, siapa yang tidak mengenal pesantren ini. Satu-satunya pesantren khusus untuk para penyandang disabilitas tunarungu di Temanggung, Jawa Tengah.

Singkat cerita pesantren ini berdiri atas pengalaman pribadi sang pemilik yakni Ustadz Mukhlis yang kebetulan saat itu diberikan anugrah sang putra yang belum bisa mendengar sejak dini.

Berbagai ikhtiar pengobatan sudah dilakukan, hingga di suatu titik ia merasa bingung, namun ia justru mendapat ilham untuk mendirikan pesantren khusus untuk para penyandang disabilitas tunarungu. Ia pun ingin membuktikan bahwa penyandang tunarungu juga bisa seperti manusia normal pada umumnya, mampu mengerti agama, membaca Al-Qur’an dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Pesantren ini pun akhirnya mulai didirikan sejak tahun 2011 hingga kini. Kian hari peminat di pesantren ini semakin bertambah. Bukan hanya menampung santri dari wilayah Jawa Tengah saja, melainkan hingga Papua dan luar pulau Jawa lainnya.

Namun saat ini, bangunan pesantren hanya mampu menampung 22 santri saja, sedangkan santri indent sudah banyak mengantri untuk bisa masuk di pesantren khusus bagi penyandang disabilitas tunarungu ini. Hal ini dikarenakan keterbatasan ruang tidur untuk bisa menampung mereka seluruhnya.

Ustadz Muhklis selaku Pendiri Pesantren Abata ini, ingin sekali bisa menambah ruang asrama dan ruang kelas bagi para santri baru. Pasalnya Ia mengerti betul, perasaan orang tua yang ingin sekali melihat anaknya yang memiliki kelebihan khusus ini bisa tumbuh normal seperti yang lain meski tidak sesempurna mereka.

“Saya mengerti betul perasaan para orang tua yang dianugerahi anak dengan kelebihan ini, pastinya mereka juga ingin putra-putri mereka bisa tumbuh, bersosialisasi, dan berinterkasi baik dengan yang lain. Saya nggak nyangka kalau ternyata antusiasme para orang tua yang bernasib sama dengan saya di luar sana ingin memasukan juga anaknya di pesantren ini. Hanya secara fasilitas kita belum mampu menampung semuanya, ruang kelas dan asrama di sini masih terbatas. Mohon doanya, semoga dimudahkan untuk bisa menambah ruang dan asrama untuk para santri tunarungu disini,” tutur Ustadz Mukhlis.

Allhamdulillah, bermula dari niat baik untuk membantu proses pembangunan penambahan ruang dan asrama hingga dari adanya kesamaan visi untuk terus mencetak generasi penghafal Al-Qur’an terlebih dari para santri yang dianugerahi kelebihan khusus, PPPA Daarul Qur’an Semarang berkesempatan menyalurkan amanah para donatur membantu proses pembangunan di Pesantren Abata.