Mengaku Anggota, Pria Surabaya ini Ditembak Polisi

oleh -
Pelaku Polisi gadungan diapit petugas Reskrim.

SURABAYA – Untuk mengelabuhi para korbannya, Mustafa alias Doni ini kerapkali mengaku sebagai anggota Polisi. Dengan modal senjata airsoft gun, pria berusia 36 tahun asal asal Babatan Wiyung leluasa melancarkan aksi kejahatannya.

Hingga akhirnya pelaku kejahatan jalanan yang menyasar pasangan kekasih yang sedang asyik pacaran di bantaran Kali Makmur Surabaya itu ditangkap unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dengan mengaku sebagai Polisi serta mengancam korban karena telah berbuat tidak senonoh dan mengancam akan melakukan proses hukum.

“Saya anggota, karena takut, korban akhirnya mau menyerahkan handponenya kepada saya,” aku pelaku Mustofa.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko menuturkan, pelaku ini mencari calon korban yang sedang pacaran. Dengan mengaku sebagai anggota pelaku mengancam korban akan dibawa ke polsek. Jika ingin lepas, pelaku meminta korban untuk menyerahkan handponenya sebagai miliknya sebagai jaminan.

“Bahkan satu korban yang melapor sempat hampir saja diperkosa,” kata Agung, Rabu (3/10/2018).

Setelah ada laporan, lalu Petugas melakukan penyelidikan dan ternyata pelaku ini bukan polisi.  Dari hasil penyidikan, pelaku telah tiga kali melakukan aksinya. Dua diantaranya di wilayah Kali Makmur Babatan, dan satu di sekitar waduk Unesa.  Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa dua handpone Oppo dan Samsung milik korban, satu unit motor sarana dan sebuah pistol airsoft gun milik pelaku.

“Kita terpaksa menindak tegas pelaku dengan menembak kaki kanannya, karena saat diminta menunjukkan lokasi barang bukti, pelaku berusaha melarikan diri,” tutup Agung. (Bay)