Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Ngusikkan

oleh -

JOMBANG-Warga Jombang digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki – laki di dalam areal persawahan di Dusun Kedungcaluk, Desa Kedungbogo, Kecamatan ngusikan, Kabupaten Jombang, Minggu (27/01/2019)

Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan pertama kali oleh Marsim (55), warga Dusun Mernungkidul, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, yang kesehariannya menjabat sebagai perangkat desa sekira pukul 07:00 Wib.

Saat ditemukan, kondisi mayat dalam keadaan tengkurep dengan kepala terendam dalam air. Adapun ciri-ciri korban yaitu, berambut panjang dengan dikuncir, menggunakan kaos warna ungu dan celana jeans panjang warna biru dongker. Diperkirakan usia mayat pria tersebut kurang lebih 30 tahun, dengan tinggi badan sekitar 163 cm dan berkulit sawo matang.

Kapolsek Ngusikan, AKP. Sumiran, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan dari Marsim, kemudian menuju ke lokasi penemuan mayat guna memastikan tentang pelaporan tadi.

“Kami mendapat laporan dari warga dan segera menuju ke TKP untuk memastikan penemuan mayat tersebut. Di tubuh mayat tidak ditemukan kartu identitas, kami hanya menemukan 1 buah korek api gas berwarna kuning dan 1 buah topi warna merah hitam dgn tulisan BMX,”ucapnya.

Warga sekitar, lanjut Sumiran, tidak ada yang mengenali mayat tersebut. Kemudian kami menghubungi petugas Piket SPKT dan identifikasi dari Polres Jombang.

“Tak satupun warga sekitar mengenali, kemungkinan mayat tersebut dari luar daerah. Ada bekas luka robek pada pelipis kiri, serta dibagian telinga bawah kiri, dan luka lecet di leher kiri,”imbuhnya.

“Kami belum bisa memastikan itu korban pembunuhan atau bukan. Hasilnya nanti menunggu proses visum dari pihak RSUD Jombang,” pungkasnya.

Usai dilakukan evakuasi selanjutnya mayat tersebut dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang, guna dilakukan otopsi. Saat ini pihak kepolisian masih mencari keterangan dari saksi – saksi guna mengetahui identitas mayat tersebut.

Editor : Nurul Arifin